Rabu, 20 November 2019

BAB IV Part 3


1)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
Tanggal 30 Desember 2018 pukul:17.00 WIB
a)      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksan yang telah dilakukan dalam batas normal yaitu, Tekanan darah 100/70 mmHg, Nadi 80 x/ menit, Pernapasan 18 x/ menit, Suhu 36,70C.
b)      Memberitahu ibu tentang usia kehamilannya yaitu 33 minggu 4 hari.
c)      Memberitahu ibu tanda bahaya kehamilan Trimester III, yaitu perdarahan pervagina, sakit kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen yang hebat serta bayi kurang bergerak seperti biasa.
d)     Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang tanggal atau jika ada keluhan.
Kunjungan II
Tanggal 13 Januari 2019 pukul 17.00 WIB
a)      Memberitahu ibu hasil pemeriksaan yaitu ibu dalam keadaan baik  TD : 110/80      mmHg, nadi : 81 x/ menit,  pernapasan : 19 x/I,   suhu : 36,8oC.
Memberitahu kembali pada ibu nutrisi yang dikonsumsi ibu sehari-hari
b)      Memberitahu ibu kembali pola istirahat yang cukup agar ibu tidak merasa kelelahan saat beraktivitas, yaitu tidur siang ½-1 jam per hari dan istirahat malam 6-8 jam perhari.
c)      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang satu minggu kemudian atau jika ada keluhan sebelum satu minggu kemudian ibu diperbolehkan melakukan kunjungan ulang.
Kunjungan III
Tanggal 20 Januari 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Memberitahu ibu bahwa kondisinya baik dengan hasil pemeriksaan : TD : 110/70 mmHg, Nadi : 82 x/ menit ,Pernapasan : 20 x/ menit, Suhu : 36,9oC
b)      Memberitahu ibu kembali tanda bahaya kehamilan Trimester III, yaitu perdarahan pervagina, sakit kepala hebat, masalah penglihatan, bengkak pada muka dan tangan, nyeri abdomen yang hebat, bayi kurang bergerak seperti biasa.
c)      Memberitahu ibu tanda-tanda persalinan yaitu pinggang terasa sakit dan menjalar ke depan, pengeluaran lendir dengan darah, pengeluaran cairan ketuban dan adanya pembukaan.
d)     Memberitahu ibu tentang persiapan persalinan yaitu tempat bersalin, penolong persalinan, biaya persalinan, kendaraan untuk ke pelayanan kesehatan, surat-surat jaminan kesehatan jika ada, pendamping persalinan, perengkapan ibu dan bayi seperti pakaian ibu, sarung, softek dan bedong bayi.
e)      Menganjurkan ibu kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau jika ibu merasakan keluhan.
2)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena pelaksanaan yang dilakukan sesuai dengan rencana yang dibuat.
d.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien.(Sulistyawati, 2016, h.198)
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan I
Tanggal 30 Desember 2019 pukul 17.00 WIB
a)      Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
b)      Ibu telah mengetahui usia kehamilannya saat ini.
c)      Ibu telah mengetahui nutrisi yang harus dikonsumsi dan bersedia. untuk memenuhi kebutuhan dan .
d)     Ibu telah mengerti tanda bahaya kehamilan Trimester III.
e)      Ibu telah mengetahui kapan jadwal kunjungan ulang dan bersedia untuk melakukan kunjungan ulang.

Kunjungan II
Tanggal 13 Januari 2019 pukul: 17.00 WIB
a)      Ibu mengetahui hasil pemeriksaannya.
b)      Ibu sudah mengkonsumsi nutrisi yang dianjurkan pada kunjungan ANC I yaitu ibu makan sayuran hijau seperti sayur bayam dan ibu minum susu hamil.
c)      Ibu sudah tidur dengan cukup yaitu malam hari 7 jam dan ½ jam pada siang hari.
d)     Ibu  bersedia untuk melakukan kunjungan ulang satu minggu kemudian atau jika ada keluhan.
Kunjungan III
Tanggal 20 Januari 2019 pukul: 17.00 WIB
a)      Ibu tahu kondisinya saat ini baik.
b)      Ibu tahu tanda bahaya kehamilan trimester III.
c)      Ibu tahu tanda-tanda persalinan.
d)     Ibu tahu tentang persiapan persalinan yang harus disiapkan.
e)      Ibu bersedia kunjungan ulang.
1.      Persalinan
a.       Pengkajian
Data subjektif
                                          a.     Keluhan utama
1.    Tinjauan teori
Tanda mulainya persalinan ditandai oleh pinggang sakit dan menjalar ke depan. Sifatnya teratur, interval makin pendek dan kekuatan makin besar, makin beraktivitas (jalan) kekuatan akan makin bertambah, pengeluaran lendir dengan darah dan pengeluaran cairan. (Sondakh, 2013, h. 3).
2.    Tinjauan kasus
Ny.R datang dengan keluhan nyeri pinggang menjalar ke perut bagian bawah sejak pukul 13.00 WIB
3.    Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan dimana keluhan Ny.R merupakan keluhan fisiologis ibu saat mulai bersalin.
b.      Pola makan
1.    Tinjauan teori
Data ini penting untuk diketahui agar bisa mendapatkan gambaran bagaimana pasien mencukupi asupan gizinya selama hamil sampai dengan masa awal persalinan.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 223).
2.    Tinjauan kasus
Ny.R mengatakan terakhir kali makan pukul 20.00 WIB jenis makanan nasi, sayur dan lauk pauk dengan porsi ½  piring.
3.    Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R sudah mencukupi kebutuhan nutrisinya untuk mempersiapkan energi ketika meneran.
                                          b.     Pola minum
1.    Tinjauan teori
Pada masa persalinan, data mengenai intake cairan sangat penting karena akan menentukan kecenderungan terjadinya dehidrasi.  Data yang kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir kali minum, berapa banyak yang diminum, apa yang diminum. Pada pertengahan sampai akhir kala I biasanya pasien akan sangat membutuhan cairan karena pengeluaran keringat yang bertambah sehingga membutuhkan pemasukan cairan yang lebih banyak.(Nugraheny dan Sulistyawati, 2013, h.223).
2.    Tinjauan kasus
Ny.R mengatakan terakhir kali minum 15 menit yang lalu dengan ½ gelas air putih.
3.    Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan anamnesa sesuai dengan teori data yang kita tanyakan berkaitan dengan intake cairan adalah kapan terakhir kali minum, berapa banyakyang di minum, untuk mempertahankan keadaan fisik ibu tetap baik supaya tidak dehidrasi.
                                             c.      Pola istirahat
1.      Tinjauan teori
Istirahat sangat diperukan oleh pasien untuk mempersiapkan energi menghadapi proses persainannya, hal ini akan lebih penting lagi jika proses persalinannya mengalami pemanjangan waktu pada kala I.Data yang ditanyakan adalah kapan terakhir tidur, berapa lama, aktivitas sehari-hari. Jika di akhir kehamilannya pasien melakukan hal berat dikhawatirkan pasien akan merasa kelelahan sampai akhirnya dapat menimbulkan penyulit pada masa bersalin.(Nugraheny dan Sulistyawati, 2013, h.224).
2.      Tinjauan kasus
Dalam kasus ini Ny.R terakhir kali tidur pada pukul 15.00-16.00 WIB dan selama kala I ibu jarang istirahat
3.      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat kesenjangan karena istirahat sangat di perlukan oleh pasien untuk mempersiapkan energi menghadapi proses persalinan, tetapi dalam kasus ini Ny.R jarang istirahat karena rasa nyeri yang dirasakan.

Data objektif
1)      Keadaan umum
a)      Tinjauan teori
Untuk megetahui data ini kita cukup dengan mengamati keadaan pasien secara keseluruhan.dikatakan baik jika pasien memperlihatkan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak mengalami ketergantungan dalam berjalan. jika lemah pasien kurang memberikan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain, dan pasien sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h.226)                   
b)    Tinjauan kasus
Kala I               : baik
Kala II             : baik
Kala III                        : baik
Kala IV            : baik
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena ibu dalam keadaan baik karenapasien memperlihatkan respons yang baik terhadap lingkungan dan orang lain.
2)      Tanda-Tanda vital
a)      Tinjauan teori
Rentang nilai normal tanda-tanda vital Tekanan darah           110/70-80 mmHg, nadi 60-100 x/ menit, pernapasan 16-20 x/ menit, suhu 36,5o-37,5oC.  (Kamariyah dkk, 2014, h.51)
b)      Tinjauan kasus
Kala I               : TD 110/80 mmHg, Nadi 83 x/menit, Suhu370C, Napas 20 x/ menit
Kala IV            : TD 110/80 mmhg, Nadi 85x/menit, Suhu
370C , Napas 19x/menit
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena tanda-tanda vital Ny.R dalam batas normal dan ibu dalam keadaan baik-baik saja.
3)      Pemeriksaan abdomen
a)      Tinjauan teori
Melihat bentuk dan ada tidaknya bekas luka  operasi, striae dan linea, mengukur TFU, melakukan pemeriksaan palpasi abdomen yaitu leopold bertujuan untuk menentukan tinggi fundus uteri, memantau kontrasi uterus, memantau denyut jantung janin, menentukan presentasi,dan menentukan penurunan bagian terbawah janin(Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h.227-228).
b)      Tinjauan kasus
Dari hasil pemeriksaan didapatkan tidak terdapat luka operasi, tidak terdapat striae dan ada linea nigra,  TFU 32 cm, kontraksi uterus kuat dan teratur, DJJ 140x/menit, presentasi kepala, penurunan kapala 3/5.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah melakukan pemeriksaan abdomen sesuai de ngan teori dan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak mengalami kelainan.
4)      His
a)      Tinjauan teori
Menurut teori keluhan persalinan yang dirasakan menjelang persalinan yaitu pinggang terasa sakit menjalar ke depan, sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin besar, terjadi perubahan pada serviks. Jika pasien menambah aktivitasnya, misalnya dengan berjalan, maka kekuatanya bertambah (Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 7).
b)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.R setelah dilakukan observasi his setiap 30 menit dengan hasil pada pukul 21.00 WIB 3 kali dalam 10 menit lamanya 18 detik, 21.30 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 18 detik. Pukul 22.00 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik. Pukul 22.30 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik. Pukul 23.00 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik. Pukul 23:30 WIB his 3 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik. Pukul 00.00 WIB his 4 kali dalam 10 menit lamanya 30 detik. Pukul 00.30 WIB his 4 kali dalam 10 menit lamanya 35 detik. Pukul 01.00 WIB his 4 kali 10 menit lamanya 48 detik. Pukul 01.30 WIB his 4 kali 10 menit 50 detik.  Pukul 02.00 WIB his 4 kali 10 menit 50 detik.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena menurut teori sifat his teratur, interval makin pendek, dan kekuatan makin besar, terjadi perubahan pada serviks sesuai dengan kasus Ny.R yaitu hisnya semakin bertambah dan pembukaan semakin bertambah.
5)      Pemeriksaan Dalam
a)      Tinjauan teori
Kala I
Kala I dimulai dari saat persalinan mulai (pembukaan nol) sampai pembukaan lengkap (10 cm).Proses di atas terjadi pada primigravida ataupun multigravida, pada primigravida, kala I berlangsung ±12 jam, sedangkan pada multigravida ±8 jam.(Sondakh, 2013, h. 5).
Kala II
Lamanya kala II untuk primigravida 1,5-2 jam dan mutigravida ½ -1 jam. (2013: 6).
Kala III
Kala III dimulai segera setelah bayi lahir sampai lahirnya plasenta, yang berlangsung tidak lebih dari 30 menit.(2013: 6).

Kala IV
Kala IV dimulai dari saat lahirnya plasenta sampai 2 jam postpartum. Kala ini terutama bertujuan untuk melakukan observasi karena perdarahan postpartum paling sering terjadi pada 2 jam pertama. (2013: 7).
b)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.R lama kala I yang dihitung dari ibu datang dan pukul 21.00 WIB pembukaan 4 cm dan pembukaan lengkap pukul 02.00 WIB.Jadi lama kala I pada kasus Ny.R adalah 5  jam.
Kala II  berlangsung 30 menit dari pembukaan lengkap pukul 02:00 wib bayi lahir pukul 02:30 wib.
Kala III berlangsung 15 menit dari bayi lahir pukul 02:30 wib plasenta lahir pukul 02:45 wib
Kala IV berlangsung selama 2 jam mulai dari pukul 03:00 wib sampai 05:00 wib
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangankarena kala I berlangsung selama 5 jam, kala II berlangsung selama 30 menit, kala III berlangsung selama 15 menit dan kala IV selama 2 jam, dan ibu tidak mengalami komplikasi pada saat persalinan (kala I,II,III,dan IV).
c.    Interpretasi data
                                               a.     Tinjauan teori
Langkah ini dilakukan identifikasi terhadap rumusan diagnosis, masalah dan kebutuhan pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan (Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 228).
                                              b.     Tinjauan kasus
Diagnosa kala I: Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia kehamilan 39 minggu 5  hari  inpartu kala I fase aktif
Diagnosa kala II: Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia kehamilan 39 minggu 5 hari inpartu kala II
Diagnosa kala III: Ny.R umur 39 tahun P3A0 kala III persalinan
Diagnosa kala IV: Ny.R umur 39 tahun P3A0 kala IV persalinan
Masalah       :  tidak ada
Kebutuhan  :
Kala I : asuhan persalinan kala I.
Kala II : asuhan persalinan kala II.
Kala III : manajemen aktif kala III.
Kala IV : pemantauan kala IV 2 jam.

                                               c.     Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan objektif.
d.      Identifikasi Diagnosis dan Masalah Potensial
                                          a.     Tinjauan teori
Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain berdasarkan rangkaian masalah yang ada. Langkah ini membutuhkan antisipasi, bila mungkin dilakukan pencegahan.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 229).
                                             b.      Tinjauan kasus
Kala I                                 : Tidak ada.
Kala II                               : Tidak ada.
Kala III                              : Tidak ada.
Kala IV                              : Tidak ada.
                                             c.      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena identifikasi terhadap diagnosa yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan dari data subjektif dan data objektif.
e.       Mengidentifikasi dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
                                             a.      Tinjauan teori
Dalam pelaksanaannya terkadang bidan dihadapkan pada beberapa situasi yang memerlukan penanganan segera (emergensi) di mana bidan harus segera melakukan tindakan untuk menyelamatkan pasien. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 230)
                                             b.      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.R tidak dilakukan tindakan segera karena tidak ada masalah yang bersifat kolaborasi.
                                             c.      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan akan melakukan asuhan kebidanan kala I, II, III, dan IV sesuai dengan teori dan keadaan pasien.
f.       Merencanakan asuhan kebidanan
1.    Tinjauan teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeuruh berdasarkan langkah sebelumnya. Semua perencanaan harus berdasarkanpertimbangan yang meliputi pengetahuan, teoriyang terbaru, evidence based care serta divalidasi dengan asumsi mengenai apa yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien.
(Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 230).
2.    Tinjauan kasus
 Kala I
a.       Beritahu ibu tentang hasil pemeriksaan
b.      Anjurkan pada ibu untuk memilih posisi yang nyaman
c.       Ajarkan ibu cara relaksasi yang benar
d.      Beri ibu asupan nutrisi
e.       Hadirkan pendamping
f.       Siapkan alat persalinan
g.      Pantau kemajuan persalinan menggunakan partograph
Kala II
a.       Berithahu ibu hasil pemeriksaannya
b.      Beri ibu semangat dan motivasi
c.       Atur posisi ibu
d.      Ajarkan  ibu untuk meneran saat kontraksi kuat
e.       Beri ibu asupan cairan agar tidak dehidrasi
f.       Dekatkan alat persalinan
g.      Pakai APD lengkap
h.      Lakukan pertolongan persalinan sesuai APN
i.        Letakkan dan keringkan bayi di atas perut ibu
Kala III
a.       Periksa ada tidaknya janin kedua
b.      Lakukan penyuntikan oksitosin 10 IU
c.       Lakukan jepit potong tali pusat
d.      Lakukan IMD (inisiasi menyusu dini)
e.       Lakukan pengeluaran plasenta
f.       Lakukan masase
g.      Lakukan pengecekan kelengkapan plasenta
Kala IV
a.       Beritahu ibu hasil pemeriksaan dan kondisinya saat ini
b.      Lakukan pengecekan laserasi perinium
c.       Lakukan heating  pada perineum ibu
d.      Bersihkan tubuh ibu
e.       Bersihkan tempat tidur persalinan
f.       Lalukan dekontaminasi alat persalinan
g.      Beri ibu asupan nutrisi dan cairan
h.      Lakukan pemantauan kala IV
3.      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena rencana asuhan yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan teori yang ada sehingga sudah sesuai dengan apa yang dibutuhkan pasien pada masa persalinan.
g.      Pelaksanaan asuhan kebidanan
1.      Tinjauan teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada angkah kelima diaksanakan secara efisien dan aman.(Nugraheny dan Sulistyawati, 2013, h. 231)
2.      Tinjauan kasus
 Kala I
a.       Memberitahu ibu hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik yaitu pembukaan jalan lahir 6 cm dan ketuban masih utuh atau belum pecah.
b.      Menganjurkan ibu untuk memilih posisi yang nyaman untuk dirinya seperti jalan-jalan kecil jika ibu mampu, jongkok dan miring kiri supaya mempercepat penurunan kepala dan mempercepat pembukaan jalan lahir.
c.       Mengajarkan pada ibu untuk relaksasi saat his hilang dengan cara menarik napas panjang melalui hidung dan mengeluarkannya dengan cara perlahan-lahan melalui mulut supaya rasa nyeri yang di rasakan ibu sedikit berkurang.
d.      Memberi ibu asupan nutrisi saat ibu merasa nyerinya berkurang seperti roti dan air putih supaya tenaga ibu untuk mengejan tetap ada dan ibu tidak kelelahan.
e.       Menghadirkan pendamping yaitu suami dan orang tua pasien, supaya ibu lebih merasa semangat dan nyaman.
f.       Menyiapkan alat persalinan yaitu partus set yang berisi (1/2 koher, metal kateter,gunting episiotomi, 2 buah klem tali pusat, gunting tali pusat, spuit 3 cc berisi oksitosin, handscoon dan kassa steril), heating set yang berisi (klem, naldpuder, gunting benang, pinset anatomis). perlak, underpad, handuk. Perlengkapan ibu yaitu softek, celana dalam, sarung, gurita dan baju ibu. Perlengkapan bayi yaitu popok bayi, gurita, baju bayi, sarung tangan kaki dan tangan, serta bedong bayi.
g.      Memantau kemajuan persalinan dengan menggunakan partograf.
Kala II
a.       Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dalam, pembukaan sudah lengkap dan ibu akan segera menjalani proses persalinan
b.      Memberi ibu semangat dan motivasi yaitu dengan cara memuji ibu dan mendampingi ibu pada saat proses persalinan
c.       Mengatur posisi ibu dengan posisi litotomi atau sesuai dengan keinginan ibu untuk memberi rasa nyaman pada ibu saat melahirkan
d.      Mengajarkan  ibu untuk meneran yaitu pada saat kontraksi kuat mata tidak boleh mejam, mata meihat ke perut, kedua tangan merangkul pangkal paha, dagu menempel dada, pada saat meneran ibu tidak boleh bersuara
e.       Memberi ibu minum air putih agar ibu tidak dehidrasi pada saat proses persalinan
f.       Mendekatkan alat persalinan yaitu partus set dan bengkok dengan ibu
g.      Memakai APD lengkap yaitu celemek, masker, kacamata persalinan, topi, sepatu boat dan handscoon
h.      Meakukan pertolongan persalinan sesuai dengan APN yaitu pada saat kepala bayi kroning 5-6 cm nampak didepan vulva lakukan stagnen dengan tangan kanan untuk mencegah terjadinya robekan perinium dan ridgen dengan tangan kiri untuk mencegah agar kepala bayi tidak terjadi defleksi maksimal, setelah kepala bayi lahir usap muka bayi menggunakan duck, cek lilitan tali pusat jika tidak ada tungggu kepala bayi melakukan putar paksi luar, setelah putar paksi luar pegang kepala bayi secara biparietal dengan tangan kanan di atas dan tangan kiri dibawah lakukan curam ke bawah untuk melahirkan bahu depan, elevasi ke atas untuk melahirkan bahu belakang lalu sanggah susur sampai seluruh badan bayi lahir, lalu melakukan penilaian sekilas yaitu tangisan bayi, tonus otot dan warna kulit bayi.
i.        Meletakkan bayi diatas perut ibu lalu keringkan dan bersihkan menggunakan handuk sambil memberi rangsangan taktil pada punggung dan ekstremitas bayi, kemudian ganti handuk dengan kain bersih dan kering
Kala III
a.       Memeriksa apakah ada janin kedua atau tidak
b.      Melakukan penyuntikkan oksitosin 10 IU di 1/3 paha kanan bagian luar secara IM di otot gluteus
c.       Melakukan jepit potong tali pusat yaitu dengan cara urut 5 cm tali pusat ke arah bayi lalu jepitkan klem, urut lagi 3 cm ke arah bayi jepitkan klem kedua potong tali pusat diantara kedua klem tersebut lalu ikat tali pusat menggunakan benang tali pusat yang steril
d.      Melakukan IMD (inisiasi menyusu dini) yaitu meletakkan bayi diatas perut ibu, dengan posisi seperti menunggang kuda sehingga badan bayi menempel ke badan ibu (skin to skin) selama satu jam dan badan bayi terselimuti supaya terbentuk bounding attachment secara dini dan merangsang produksi serta pengeluaran ASI.
e.       Melakukan pengeluaran plasenta dengan cara peregangan tali pusat terkendali (PTT) yaitu tangan kanan memegang klem tali pusat 5 cm didepan vulva, tangan kiri berada di atas simpisis ibu untuk melakukan dorso kranial, jika terdapat tanda-tanda pelepasan plasenta saat dilakukan peregangan lanjutkan peregangan dengan memindahkan klem 5 cm didepan vulva sampai plasenta nampak didepan vulva, sambut dengan dua tangan lalu putar searah secara perlahan dan lakukan putar pilin untuk melahirkan selaput plasenta sampai plasenta lahir
f.       Meakukan masase dengan cara memutar tangan di atas perut ibu sebanyak 15 kali dalam 15 detik untuk merangsang kontraksi dan ajarkan pada keluarga untuk masase
g.      Melakukan pengecekan kelengkapan plasenta yaitu selaput plasenta utuh atau tidak, jumlah kotiledon, tebal, diameter plasenta dan panjang tali pusat
Kala IV
a.       Memberitahu ibu hasil pemeriksaan dan kondisinya baik, tekanan darah: 110/80 mmHg, nadi: 85x/menit, pernapasan: 19x/menit, dan suhu: 37oC
b.      Melakukan pengecekan laserasi dengan cara mengedep bagian jalan lahir sampai perinium menggunakan kassa steril
c.       Melakukan heating pada perineum ibu dengan Teknik jelujur dan subkutis
d.      Membersihkan tubuh ibu dari darah dan kotoran persalinan dengan menggunakan air bersih dari bagian yang terbersih yaitu perut, paha luar, paha dalam dan jalan lahir bilas dengan air sabun dan air bersih lagi kemudian pakaian ibu pakaian bersih dan kering
e.       Membersihkan tempat tidur persalinan menggunakan air klorin, air sabun dan bilas dengan air bersih dari bagian yang terbersih dahulu
f.       Melakukan dekontaminasi alat persalinan dengan merendam dilarutan air klorin selama 10 menit dan bilas menggunakan air sabun dan air bersih keringkan lalu sterilkan
g.      Memberi ibu asupan nutrii dan cairan yaitu roti dan air putih supaya mengembalikan tenga ibu dan agar tidk terjadi dehidrasi
h.      Melakukan pemantauan kala IV yaitu tekanan darah, nadi, suhu, tinggi fundus uteri (TFU), kontraksi, kandung kemih dan darah yang keluar dilakukan 15 menit sekali pada satu jam pertama dan 30 menit sekali pada jam kedua
2.      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena telah di lakukan pelaksanaan asuhan kebidanan  sesuai perencanan sebelumnya dan sesuai dengan kebutuhan ibu dalam masa persalinan
g.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan asuhan yang kita berikan kepada pasien.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2013, h. 233).
2)      Tinjauan kasus
Kala I
a.       Ibu telah mengetahui hasil pemeriksaannya.
b.      Ibu telah memilih posisi nyaman yaitu miring kiri.
c.       Ibu telah melakukan cara relaksasi yang diajarkan untuk mengurangi rasa nyeri.
d.      Ibu sudah makan ½ potong roti dan ½ gelas air putih.
e.       Ibu sudah didampingi oleh suami dan orang tuanya.
f.       Alat-alat pertolongan persalinan sudah disiapkan.
g.      Kemajuan persalinan telah dipantau menggunakan partograf.
Kala II
a.       Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaanya
b.      Ibu sudah diberi semangat dan motivasi ibu tampak lebih semangat
c.       Ibu sudah mengatur posisinya yaitu litotomi.
d.      Ibu tidak koperatif dalam mengejan
e.       Ibu sudah diberi minum  air putih
f.       Alat persalinan  sudah didekatkan
g.      APD sudah dipakai lengkap
h.      Pertolongan persalinan sudah dilakukan sesuai APN dan bayi lahir spontan pukul 02.30 wib, jenis kelamin Laki-laki.
i.        Bayi sudah dikeringkan
Kala III
a.       Tidak terdapat janin kedua
b.      Ibu sudah di beri suntikkan oksitosin 10 IU 
c.       Jepit potong tali pusat sudah dilakukan dengan menggunakan benang tali pusat
d.      Inisiasi menyusu dini (IMD) sudah dilakukan
e.       Pengeluaran plasenta sudah dilakukan dan plasenta sudah lahir jam 02.45 wib
f.       Masase sudah dilakukan kontraksi ibu baik 
g.      Plasenta dalam keadaan lengkap yaitu selaput utuh, jumlah kotiledon 18 buah, tebal 2,5 cm, diameter 20 cm dan panjang tali pusat 50 cm
Kala IV
a.       Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan dan kondisinya saat ini
b.      Pengecekan laserasi sudah dilakukan dan terdapat laserasi derajat dua
c.       Perineum ibu sudah di heating
d.      Ibu sudah bersih dari sisa darah dan kotoran pada saat persalinan
e.       Tempat tidur sudah dalam keadaan bersih 
f.       Alat persalinan sudah di dekontaminasi
g.      Ibu sudah makan ½ potong roti dan 1 gelas air puti
h.      Pemantauan kala IV sudah dilakukan
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan evaluasi terhadap asuhan kebidanan yang diberikan kepada pasien berasarkan perencanaan yang di buat sebelumnya dan pelaksanaan asuhan yang sudah dilakukan.

2.      Nifas
a.      Pengkajian
Data subjektif
1)      Keluhan utama
a)      Tinjauan teori
Untuk mengetahui keluhan yang dirasakan ibu setelah melahirkan.(Marmi, 2017, h. 180).
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum Ny.R mengatakan perutnya masih terasa mulas.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.R mengatakan luka jahitannya sudah kering dan tidak terasa nyeri.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.R mengatakan tidak ada keluhan..
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.R megatakan tidak ada keluhan.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena setelah melakukan anamnesa keluhan yang dialami ibu masih dalam keadaan normal dimana keluhan yang dirasakan oleh pasien merupakan proses  involusi uterus.

Data objektif
1)      Keadaan umum
a)      Tinjauan teori
untuk mengetahui keadaan ibu secara umum nifas normal biasanya baik. (Marmi, 2017, h. 181)
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum Ny.R dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.R dalam keadaan baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.R dalam keadaan baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.R dalam keadaan baik.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena berdasarkan hasil pemeriksaan Ny.R dalam keadaan baik karena masa nifas ibu berjalan dengan normal tidak terjadi masalah ataupun komplikasi pada masa nifas.
2)      Kesadaran
a)      Tinjauan teori
Kesadaran untuk mendapatkan gambaran tentang keadaan pasien tingkat kesadaran yang paling baik adalah komposmentis (kesadaran maksimal) dan yang paling buruk adalah koma (pasien tidak dalam keadaan sadar).  (Sulistyawati, 2016, h. 189)
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum kesadaran Ny.R composmentis.
Kunjungan 6hari postpartum kesadaran Ny.R composmentis.
Kunjungan2minggu postpartum kesadaran Ny.R composmentis.
Kunjungan6 minggu postpartum kesadaran Ny.R composmentis.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan tingkat kesadaran Ny.R adalah composmentis karena Ny.R memberikan respons baik terhadap orang lain maupun lingkungan sekitar.


3)  Tanda-Tanda Vital
a)      Tekanan Darah
1.    Tinjauan teori
Segera setelah melahirkan, banyak wanita mengalami peningkatan sementara tekanan darah sistol dan diastol, yang kembali secara spontan. (Asih dan Risneni, 2016, h. 184).
TD normal 120/80 mmHg.(Marmi, 2017, h. 181).
2.    Tinjauan kasus
Kunjungan 8jam postpartum TD Ny.M 120/80 mmHg
Kunjungan 6 hari postpartum TD Ny.M 120/80 mmHg
Kunjungan 2 minggu postpartum TD Ny.M120/80 mmHg
Kunjungan 6 minggu postpartum TD Ny.M120/80 mmHg
3.    Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenajangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori dengan hasil normal tekanan darah 120/80 mmHg sehingga ibu tidak memperlihatkan tanda-tanda hipertensi dalam masa nifas.



b)   Nadi
(1)   Tinjauan teori
Denyut nadi yang meningkat selama persalinan akhir, kembali normal selama beberapa jam pertama pascapartum. Apabila denyut nadi diatas 100 selamapuerpurium, hal tersebut abnormal dan mungkin menunjukan adanya infeksi atau hemorargi pasca persalinan (Asih dan Risneni, 2016: 185).
Nadi normal 80-100 x/menit. (Marmi, 2017, h. 181)
(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8jam postpartum nadi Ny.R 80x/menit.
Kunjungan 6 hari postpartum nadi Ny.R 81x/ menit.
Kunjungan 2 minggu postpartum nadi Ny.R 82x/menit.
Kunjungan 6 minggu postpartum nadi Ny.R 83x/menit.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan nadi dengan hasil normal sehingga tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda infeksi masa nifas.



c)      Pernapasan
(1)   Tinjauan teori
Fungsi pernapasan kembali pada rentang normal wanita selama jam pertama pascapartum.
Nafas normal 16-20 x/ menit. (Marmi, 2017, h. 181)
(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum napas Ny.R 20x/menit.
Kunjungan 6 hari postpartum napas Ny.R 20 x/ menit.
Kunjungan 2 minggu postpartum napas Ny.R 20x/menit.
Kunjungan 6 minggu postpartum napas Ny.R 20x/menit.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan pernapasan Ny.R hasilnya normal dalam hal ini ibu tidak mengalami sesak nafas.
d)     Suhu
(1)   Tinjauan teori
Suhu maternal kembali dari suhu yang sedikit meningkat selama periode intrapartum dan stabil dalam 24 jampertama pasca postpartum. (Asih, Risneni, 2016 h. 185)
Suhu normal 36,4oC sampai 37,4oC.(Marmi, 2017, h. 181)

(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8jam postpartum suhu Ny.R 37,1oC.
Kunjungan 6 hari postpartum suhu Ny.R 37,0oC.
Kunjungan 2 minggu postpartum suhu Ny.R 37,1oC.
Kunjungan 6 minggu postpartum suhu Ny.R 37,0oC.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan suhu dan hasilnya normal sehingga tidak ada tanda-tanda terjadinya infeksi masa nifas.
b)      Pemeriksaan fisik
1.      Muka
(1)   Tinjauan teori
kelopak mata ada edema atau tidak, konjungtiva merah muda atau pucat, sklera putih atau tidak.( 2017: 181-182).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R kelopak mata tidak oedema, konjungtiva merah muda, sklera putih.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang ada dan hasil pemeriksaan Ny.Mnormal.
2.      Mulut dan gigi
(1)   Tinjauan teori
lidah bersih atau tidak dan gigi karies atau tidak.
(Marmi, 2017, h. 181).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan kepada Ny.R didapatkan hasil lidah bersih dan gigi tidak ada karies.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan hasilnya normal yaitu lidah bersih dan gigi tidak ada karies.
3.      Dada
(1)   Tinjauan teori
Jantung, irama jantung teratur atau tidak, paru-paru ada ronchi dan wheezing atau tidak.(      Marmi, 2017, h. 181).
(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8jam postpartum irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
Kunjungan 6 hari postpartum irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
Kunjungan 2 minggu postpartum irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
Kunjungan 6 minggu postpartum irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan hasilnya normal yaitu irama jantung teratur dan paru-paru tidak ada bunyi ronchi dan wheezing sehinga tidak adanya gangguan pada sistem pernapasan.
4.      Payudara
(1)   Tinjauan teori
bentuk simetris atau tidak, putting susu menonjol atau tidak, pengeluaran colostrum.(Marmi, 2017, h. 181).
(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum Ny.R didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI colostrum.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.R didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI transisi.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.R didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI matur.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.R didapatkan hasil bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI matur.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu bentuk payudara simetris, putting susu menonjol, dan sudah ada pengeluaran ASI lancar.
5.      Punggung dan pinggang
(1)   Tinjauan teori
Posisi tulang belakang normal atau tidak dan tidak normal bila ditemukan lordosis.(Marmi, 2017, h. 181).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R didapatkan hasil posisi tulang belakang normal tidak ada lordosis.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil posisi tulang belakang normal tidak ada lordosis.
6.      Abdomen
(1)   Tinjauan teori
bekas luka operasi : untuk mengetahui apakah pernah SC atau operasi lain, konsistensi keras atau tidak,  , pembesaran atau tidak.(2017: 181).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R didapatkan hasil tidak terdapat luka operasi, konsistensi keras dan tidak ada pembesaran.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan berdasarkan teori yang ada dan didapatkan hasil normal tidak terdapat luka operasi, konsistensi keras dan tidak ada pembesaran.


7.      Uterus
(1)   Tinjauan teori
untuk mengetahui berapa TFU, bagaimana kontraksi uterus, konsistensi uterus.Pada ibu nifas normal TFU 2 jari dibawah pusat kontraksinya baik.(Marmi. 2017, h. 182)
Involusi uterus
Involusi Uterus
TFU
Berat Uterus
Diameter Uterus
Plasenta lahir
Setinggi pusat
1000 gram
12,5 cm
1 minggu
Pertengahan pusat dan simfisis
500 gram
7,5 cm
2 minggu
Tidak teraba
350 gram
5 cm
6 minggu
Normal
60 gram
2,5 cm
                        (Marmi, 2017, h. 86).
(2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum TFU 2 jari di bawah pusat, kontraksi baik.
Kunjungan 6 hari postpartum TFU pertengahan pusat-simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 2 minggu postpartum TFU tidak teraba di atas simpisis, kontraksi baik.
Kunjungan 6 minggu postpartum TFU normal, kontraksi baik.

(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu involusi uterus berjalan dengan baik.
8.      Perinium
(1)   Tinjauan teori
Untuk mengetahui apakah perinium ada bekas jahitan atau tidak, juga tentang jahitan perinium klien.
(Marmi, 2017, h. 182).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R didapatkan hasil ada bekas jahitan.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada yaitu untuk mengetahui apakah perinium ada robekan atau tidak dan didapatkan hasil perinium Ny.R ada robekan tetapi sudah dilakukan penjahitan pada perineum ibu.


9.      Kandung kemih
(1)    Tinjauan teori
Untuk mengetahui apakah kandung kemih teraba atau tidak, pada ibu nifas normal kandung kemih tidak teraba.
(Marmi, 2017, h. 182)
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R didapatkan hasil kandung kemih tidak teraba.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah dilakukan pemeriksaan sesuai teori yang ada dan didapatkan hasil normal yaitu kandung kemih tidak teraba.
10.  Ekstremitas atas dan bawah
(1)   Tinjauan teori
Edema : ada atau tidak, kekauan otot dan sendi ada atau tidak, Kemerahan ada atau tidak, Varises ada atau tidak, Reflek patella kanan kiri +/- normalnya +.
(Marmi, 2017, h. 182).
(2)   Tinjauan kasus
Setelah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R didapatkan hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki, tidak ada kekauan otot dan sendi, tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki, tidak ada varises pada kaki, reflek patella positif kanan dan kiri.
(3)   Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenajngan karena sudah dilakukan pemeriksaan pada Ny.R sesuai dengan teori yang ada dan didapatkan hasil tidak ada oedema pada tangan dan kaki, tidak ada kekauan otot dan sendi, tidak ada kemerahan pada tangan dan kaki, tidak ada varises pada kaki, reflek patella positif kanan dan kiri.

b.      Interpretasi Data
Pada langkah ini dilakukan identifikasi yang benar terhadap diagnosa atau masalah dan kebutuhan kien berdasarkan interpretasi yang benar.
1)      Anamnesa
a)      Tinjauan teori
Jumlah kelahiran, pernah abortus atau tidak, masa setelah melahirkan.(Marmi, 2017, h. 183).
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum : Ny.R umur 39 tahun P3A0AH3 8 jam postpartum.
Kunjungan 6 hari postpartum :Ny.R umur 39 tahun P3A0AH3 8 jam postpartum.
Kunjungan 2 minggu postpartum :Ny.R umur 39 tahun P3A0AH3 8 jam postpartum.
Kunjungan 6 minggupostpartum :Ny.R umur 39 tahun P3A0AH3 8 jam postpartum.
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan anamnesa seuai dengan teori yang ada dan dipatkan diagnosa berdasarkan pengumpulan data subjektif dan data objektif.
2)      Masalah
a)      Tinjauan teori
Berkaitan dengan keadaan psikologis ibu, normalnya tidak ada masalah.(Marmi, 2017, h. 183).
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8jam postpartum Ny.R tidak ada masalah.
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.R tidak ada masalah.
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.R tidak ada masalah.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.R tidak ada masalah.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R tidak memiliki masalah pada masa nifas karena tidak terjadi penyulit ataupun komplikasi masa nifas.
3)      Kebutuhan
a)      Tinjauan teori
berdasarkan atas keadaan umum dan keadaan fisik ibu biasanya dibutuhkan konseling lebih lanjut.( 2017: 183).
b)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum Ny.R asuhan 8 jam postpartum
Kunjungan 6 hari postpartum Ny.R asuhan 6 hari postpartum
Kunjungan 2 minggu postpartum Ny.R asuhan 2 minggu postpartum.
Kunjungan 6 minggu postpartum Ny.R asuhan 6 minggu postpartum.
c)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan pemeriksaan dan sudah menetapkan kebutuhan pasien berdasarkan keadaan pada masa nifas.


c.       Identifikasi Diagnosa dan Masalah Potensial
1)      Tinjauan teori
Langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial lain berdasarkan rangkaian, masalah dan diagnosa yang sudah diidentifikasi. Diagosa potensial pada nifas normal biasanya tidak ada diagnosa potensial.(Marmi, 2017, h. 183).
2)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.R tidak terdapat identifikasi diagnosa dan masalah potensial.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pemeriksaan Ny.R tidak memiliki masalah yang bersifat potensial karena masa nifas Ny.R berjalan dengan normal sehingga tidak terdapat diagnosa yang kemudian dapat mengakibatkan diagnosa potensial terjadi.
d.      Identifikasi kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan tindakan segera oleh bidan atau dokter atau untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. Biasanya pda ibu nifas normal tidak dilakukan kolaborasi dengan dokter SPOG atau tim kesehatan lain. (Marmi, 2017, h. 183).
2)      Tinjauan kasus
Pada kasus Ny.R tidak ada tindakan segera atau kolaborasi yang harus dilakukan.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan dari hasil pemeriksaan Ny.R tidak memiliki masalah yang memerlukan tindakan segera atau kolaborasi karena tidak terjadi masalah dalam masa nifas yang memerlukan tndakan segera atau kolaborasi.
e.       Perencanaan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini dilakukan perencanaan asuhan menyeluruh dan rasional.(2017: 183)
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan 8 jam postpartum           
Tanggal 11 Febuari 2019  08:30 WIB
a)      Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b)      Jelaskan mengenai keluhan yang ibu alami.
c)      Anjurkan ibu untuk melakukan ambulasi dini.
d)     Ajarkan kepada ibu dan keluarga tentang pencegahan perdarahan.
e)      Ajarkan kepada ibu untuk menyusui bayinya segera mungkin.
f)       Lakukan rawat gabung antara ibu dan bayi.
g)      Jaga bayi tetap sehat dengan cara betirahu ibu cara merawat tali pusat dan pencegahan hipotermi.
Kunjungan 6 hari postpartum
17 Februari 2019 pikul: 17.00 WIB
a)      Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b)      Pastikan involusi uterus berjalan normal.
c)      Pastikan ibu mendapat cukup makanan dan cairan.
d)     Pastikan pola istirahat ibu cukup.
e)      Pastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat menyusui, tanda-tanda bahaya atau penyulit masa nifas.
f)       Evaluasi tali pusat bayi.
g)      Anjurkan ibu untuk melakukan  kunjungan ulang.
Kunjungan 2 minggu postpartum
25 Februari 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b)      Pastikan rahim ibu sudah kembai normal.
c)      Evaluasi kembali tentang kebutuhan nutrisi ibu.
d)     Beritahu ibu kembali untuk memberi ASI eksklusif selama 6 bulan
e)      Evaluasi keadaan tali pusat bayi.
f)       Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang.
Kunjungan 6 minggu postpartum.
27 maret 2019  pukul:17.00 WIB
a)      Jelaskan pada ibu tentang hasil pemeriksaan
b)      Pastikan rahim ibu sudah kembali normal
c)      Evaluasi apakah ibu mengalami tanda bahaya atau penyulit
d)     Berikan ibu konseling secara dini tentang KB
e)      Anjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah di buat perencanaan asuhan kebidanan sesuai dengan kebutuhan Ny.R pada masa nifas supaya masa nifas pasien dapat berjalan dengan normal dan tidak terjadi komplikasi.
f.       Pelaksanaan
1)      Tinjauan teori
Pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh berdasarkan langkah sebelumnya.(Marmi, 2017, h. 184).
2)   Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum.        
11 Febuari 2019       pukul 08:30 WIB
a)      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam keadaan baik TTV : Tekanan darah: 120/80 mmHg, Nadi: 80x/ menit, Pernapasan: 20 x/ menit, Suhu: 37,1oC. pengeluaran ASI lancar dan tinggi fundus uteri 2 jari dibawah pusat
b)      Menjelaskan mengenai keluhan yang ibu alami bahwa mulas yang ibu rasakan adaah normal karena rahim mengecil kembali kebentuk asal sebelum hamil (involusi uteri).
c)      Menganjurkan ibu untuk melakukan mobilisasi dini seperti miring ke kiri atau ke kanan, kemudian duduk dan berangsur-angsur untuk berdiri dan jalan. Mobilisasi dini bermanfaat untuk memperlancar pengeluaran lochea, mempercepat proses involusi dan agar ibu merasa lebih sehat.
d)     Mengajarkan kepada ibu dan keluarga cara pencegahan perdarahan dengan cara meletakkan tangan diatas perut ibu lalu putar sebanyak 15 kali selama 15 detik agar perut ibu tetap keras dan apabila perut ibu terasa lembek menganjurkan kepada keluarga untuk segera memberitahu bidan.
e)      Mengajarkan kepada ibu untuk segera mungkin menyusui bayinya untuk meningkatkan produksi ASI sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi makanan tambahan apapun, setelah 6 bulan dapat ditambah dengan makanan pendamping ASI.
f)       Melakukan rawat gabung antara ibu dan bayinya dalam satu kamar agar terjalin ikatan batin antara ibu dan bayi (bounding attachment).     
g)      Menjaga bayi agar tetap sehat dengan cara memberitahu I bu cara merawat tali pusat yaitu dengan memberikan kassa steril pada tali pusat bayi dan menggantinya setiap mandi serta setiap lembab dan tidak memberikan sesuatu apapun pada tali pusat dan mencegah agar bayi tidak terjadi hipotermi yaitu tidak memandikan bayi <6 jam sampai 24 jam post partum, selimuti bayi, jangan biarkan bayi di tempat terbuka, dekat dengan kipas angin dan jangan bersentuhan langsung dengan benda dingin.
Kunjungan 6 hari postpartum
17 Februari 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik
TD : 120/80 mmHg, Nadi:80 x/ menit, pernapasan: 20x/ menit, suhu 37oC.
b)      Memastikan involusi uterus berjalan dengan baik dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui tinggi fundus uteri (TFU) ibu.
c)      Memastikan ibu mendapat cukup makanan dan minuman dengan cara menanyakan makanan yang dikonsumsi ibu sehari-hari. Nutrisi yang dikonsumsi harus bermutu tinggi, bergizi dan cukup kalori. Kalori bagus untuk proses metabolisme tubuh, kerja organ tubuh, proses pembentukkan ASI. Serta cukup cairan sebagai pelarut zat gizi dalam proses metabolisme tubuh. Ibu nifas minum sedikitnya 3 liter setiap hari.
d)     Memastikan pola istirahat ibu cukup dengan cara menanyakan pola istirahat ibu pda siang dan malam hari karena kurang istirahat dapat mengurangi produksi ASI, memperlambat involusi uterus dan dapat menyebabkan depresi.
e)      Memastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat menyussui, tanda-tanda bahaya masa nifas atau peyulit lainnya dengan melakukan pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital.
f)       Mengevaluasi tali pusat bayi apakah sudah puput atau belum.
g)      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan atau bidan 1 minggu kemudian atau jika ibu mengalami keluhan.
Kunjungan 2 minggu postpartum
25 Februari 2019      pukul:17.00 WIB
a)      Memberitahu ibu bahwa ibu dalam keadaan baik, dengan hasil pemeriksaan yang didapatkan TD:120/80mmHg, N: 82x/ menit, RR: 20 x/ menit, S: 37,1oC, semuanya dalam keadaan normal.
b)      Memastikan rahim ibu sudah kembali normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu.
c)      Memastikan ibu tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan langsung menanyakan makanan yang ibu konsumsi apakah mengandung karbohidrat, protein, dan sayuran hijau.
d)     Memberitahu ibu kembali untuk memberi ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa memberi makanan tambahan apapun.
e)      Mengevaluasi keadaan tali pusat bayi apakah sudah puput atau belum dan menilai ada tidaknya infeksi.
f)       Menganjurkan ibu untuk meakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehatan terdekat atau bidan empat minggu yang akan datang atau jika ibu merasakan adanya keluhan.
Kunjungan 6 minggu postpartum
27 maret 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Menjelaskan bahwa ibu dalam keadaan baik, dan hasil pemeriksaan yang didapatkan TD : 120/80 mmHg, N: 83 x/menit, RR: 20 x/ menit, S: 37,0°C, semua dalam keadaan normal.
b)      Memastikan rahim ibu sudah kembai norma dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk mengetahui TFU ibu.
c)      Mengevaluasi apakah ibu mengalami tanda-tanda bahaya masa nifas dengan menanyakan keluhan ibu dan melakukan pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital.
d)     Memberikan konseling kepada ibu tentang macam-macam KB untuk ibu masa nifas, manfaat KB, keuntungan dan Kerugian KB.
e)      Menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke bidan atau tenaga kesehatan terdekat bila ibu merasakan keluhan.
3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena bidan sudah melakukan pelaksanaan asuhan kebidanan sesuai dengan perencanaan yang dibuat dan berdasarkan kebutuhan pasien dalam masa nifas.
g.      Evaluasi
1)      Tinjauan teori
Pada angkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan secara efektif dan efisien.(Marmi, 2017, h. 184).
2)      Tinjauan kasus
Kunjungan 6 jam postpartum.
11 Febuari 2019  pukul 08:30WIB
a)      Ibu mengerti hasil pemeriksaan.
b)      Ibu mengerti bahwa keluhannya normal.
c)      Ibu sudah melakukan mobilisasi dini yaitu dengan berjalan kekamar mandi tanpa didampingi.
d)     Ibu dan keluarga sudah mau melakukan pencegahan perdarahan dengan cara melakukan pemutaran di atas perut ibu selama 15 kali dalam 15 detik.
e)      Ibu sudah menyusui bayinya.
f)       Sudah dilakukan rawat gabung antara ibu dan bayi.
g)      Ibu sudah mengerti cara perawatan tali pusat dan cara pencegahan hipotermi sudah dilakukan dengan cara bayi sudah diselimuti, dipakaikan topi, belum dimandikan, dan tidak diletakkkan di tempat terbuka.
Kunjungan 6 hari postpartum.
17 Februari 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Ibu tahu hasil pemeriksaan.
b)      Involusi uterus berjalan baik yaitu TFU pertengan pusat dan simpisis.
c)      Ibu sudah mendapat cukup makanan dan cairan.
d)     Pola istirahat ibu sudah cukup.
e)      Ibu tidak mengalami kesulitan saat menyusui, tanda-tanda bahaya masa nifas atau penyulit lainnya.
f)       Tali pusat bayi belum puput tapi tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda infeksi tali pusat.
g)      Ibu bersedia kunjungan ulang.

Kunjungan 2 minggu postpartum.
25 Februari 2019  pukul:17.00 WIB
a)      Ibu sudah mengetahui hasil pemeriksaan.
b)      TFU tidak teraba diatas simpisis berarti rahim dalam keadaan baik.
c)      Ibu selalu menjaga kebutuhan nutrisinya.
d)     Ibu mau memberi ASI eksklusif pada bayinya selama 6 bulan tanpa makanan tambahan apapun.
e)      Tali pusat bayi sudah puput pada hari ke tujuh potpartum dan tidak ada tanda-tanda infeksi.
f)       Ibu bersedia untuk melakukan kunjungan ulang.
Kunjungan 6 minggu postpartum.
27 maret 2019 pukul:17.00 WIB
a)      Ibu mengerti tentang kondisinya saat ini.
b)      Didapat TFU bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik.
c)      Ibu tidak merasakan adanya keluhan selama masa nifas dan tidak terdapat tanda-tanda bahaya dan penyulit.
d)     Ibu mengerti tentang KB dan ibu sudah menggunakan KB IUD
e)      Ibu bersedia melakukan kunjungan ulang.

3)      Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan pelaksanaan asuhan kebidanan kemudian dilakukan evaluasi terhadap asuhan yang sudah diberikan terhadap pasien sehingga dapat diketahui asuhan yang diberikan sudah sejauh mana keberhasilannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar