ASUHAN KEBIDANAN IBU NIFAS PADA NY.R UMUR 39 TAHUN P3A0
6
JAM POSTPARTUM DI BPM HASMIATI BAHRI.S,ST
BANDAR LAMPUNG TAHUN 2019
Oleh
: Iwelda Aisya Iya
Tanggal : 11
januari 2019
Pukul
: 08:50 wib
I.
Pengkajian
A. Data Subjektif
1. Identitas
a. Biodata
Istri Suami
Nama : Ny.R : Tn.E
Umur : 39 tahun :
42 tahun
Agama : Islam : Islam
Suku : Jawa/Indonesia : Jawa/Indonesia
Pendidikan : SMA :
SMA
Pekerjaan : IRT : Wiraswasta
Alamat : Jl.Raden imba
kusuma ratu kemiling Bandar Lampung
2. Keluhan utama :
ibu mengatakan perutnya masih terasa mulas
3. Riwayat
kesehatan
a. Riwayat
kesehatan sekarang
Hipertensi : Tidak ada
DM :
Tidak ada
Jantung :
Tidak ada
Asma : Tidak ada
TBC :
Tidak ada
b. Riwayat
kesehatan dahulu
Hipertensi :
Tidak ada
DM :
Tidak ada
Jantung :
Tidak ada
Asma :
Tidak ada
TBC :
Tidak ada
c. Riwayat
kesehatan keluarga
Hipertensi :
Tidak ada
DM :
Tidak ada
Jantung :
Tidak ada
Asma :
Tidak ada
TBC :
Tidak ada
4. Riwayat
perkawinan
Status pernikahan :
sah
Usia nikah :
25 tahun
Lamanya pernikahan :14 tahun
5. Riwayat
obstetrik
a. Riwayat haid
Menarche :
14 tahun
Siklus :
30 hari
Lama :
8 hari
Banyaknya :
3-4 kali ganti pembalut
Sifat :
darah bercampur lendir
Disminorea :
tidak ada
b. Riwayat
kehamilan, persalinan, nifas dan kb yang lalu
c. Riwayat
persalinan sekarang
Jenis persalinan :
spontan
Jam :
02:30 wib
Jenis kelamin :
Laki-Laki
Panjang badan :
50 cm
Berat badan :4000 gram
Keadaan bayi :
baik
6. Pola pemenuhan
kebutuhan sehari-hari
a. Pola nutrisi
Makan :
ibu sudah makan 1kali dengan porsi ½ centong nasi,
sayur bayam dan 1 potong ayam goreng, pada 8 jam postpartum.
Minum :
ibu minum 2 gelas air putih
b. Pola eliminasi
BAK : ibu sudah BAK 1 jam postpartum, warna kuning
kemerahan.
BAB :
ibu belum BAB pada 8 jam postpartum
c. Pola aktivitas :
ibu miring kiri dan duduk di pinggir tempat tidur
d. Pola istirahat : ibu mengatakan sudah istirahat selama 5 jam pada 8 jam postpartum
e. Pola personal
hygiene
Mandi :
ibu mengatakan sudah mandi pada 8 jam postpartum
Keramas :
ibu mengatakan sudah keramas pada 8 jam postpartum
Ganti celana dalam dan pembalut : ibu sudah ganti celana dalam dan pembalut pada 8 jam postpartum
f. Pola seksual : ibu belum melakukan hubungan seksual
g. Psikososial
Tanggapan ibu terhadap dirinya : senang
Tingkat pengetahuan ibu terhadap kondisinya : baik
Tanggapan keluarga terhadap kelahiran bayinya : baik
Pengambil keputusan :
bersama
Lingkungan yang berpengaruh : tidak ada
B.
Data objektif
1. Pemeriksaan umum
Keadaan umum : Baik
Kesadaran :
Composmentis
Keadaan emosional : Stabil
TTV
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/ menit
Pernapasan : 20 x/ menit
Suhu : 36,50C
2. Pemeriksaan
fisik
a. Kepala
Wajah
Pucat : Tidak ada
Oedema
: Tidak ada
b. Mata
Simetris :
Ya
Konjungtiva :
Merah muda
Sklera :
Putih
c. Hidung
Simetris :
Ya
Polip :
Tidak ada
Kebersihan :
Bersih
d. Mulut
Bibir :
Tidak kering
Lidah :
Bersih
Gigi :
Tidak caries
Gusi :
Tidak bengkak
e. Telinga
Simetris :
Ya
Gangguan pendengaran :
Tidak ada
f. Leher
Pembesaran kelenjar limfe : Tidak ada
Pembesaran kelenjar tiroid : Tidak ada
g. Dada
Retraksi :
Tidak ada
Bunyi mengi dan ronchi : Tidak ada
Payudara
Simetris
: Ya
Pembesaran
: Ada
Putting
susu : Menonjol
Areola
mamae : terjadi
hiperpigmentasi
Benjolan
: Tidak ada
Pengeluaran : Ada
h. Abdomen
Bekas luka operasi :
Tidak ada
Benjolan :
Tidak ada
Kandung kemih :
Kosong
Uterus
TFU : 2 jari dibawah pusat
Kontraksi
: Baik
i.
Anogenital
Labia mayora/minora :Normal
Kelenjar bartholini :
Tidak ada pembesaran
Jenis lokea :
Rubra
Warna :
Merah segar
Bau :
Amis
Perinium :
ada laserasi
Anus :
Tidak ada hemmoroid
j.
Ekstremitas
Atas
Bentuk
: Simetris
Oedema
: Tidak ada
Bawah
Bentuk :Simetris
Oedema
: Tidak ada
Varises
: Tidak ada
Reflek
patela : Positif kanan dan
kiri
3. Pemeriksaan
penunjang
a. Pemeriksaan
laboratorium
1) Darah
HB :
Tidak dilakukan
2) Urine
Protein urine :
Tidak dilakukan
Glukosa urine :
Tidak dilakukan
4. Data penunjang
Riwayat persalinan sekarang
a. Ibu
Tempat melahirkan :
BPM Hasmiati Bahri.S,ST
Penolong :
Bidan
Jenis persalinan : Spontan
Lama persalinan : 7 jam 35 menit
Catatan waktu
Kala I :5 jam 0 menit
Kala II :0 jam 30
menit
Kala III :0 jam 15 menit
7 jam
35 menit
Ketuban pecah pukul :02:25 wib
Plasenta
Lahir
secara : spontan
Ukuran
: 20 cm
Berat : 500 gram
Panjang
tali pusat : 50 cm
b. Bayi
Lahir tanggal/pukul :
11 Febuari 2019 pukul 02:30
Nilai apgar :
10
Jenis kelamin :
perempuan
Cacat bawaan :
Tidak ada
Masa gestasi : 40 minggu
II. Diagnosa Masalah dan Kebutuhan
Diagnosa : Ny.R umur 39 tahun P3A0 8 jam postpartum
Dasar
Data subjektif : ibu
mengatakan sudah pernah
melahirkan dan tidak pernah keguguran.
Ibu mengatakan melahirkan anak ketiganya pada tanggal
11 febuari 2019 pukul 02:30
Data
objektif 1.TTV :
TD : 120/80 mmHg pernapasan
: 20 x/ menit
Nadi : 80 x/ menit suhu
: 36,5oC
1. TFU 3 jari dibawah pusat
2. Kandung kemih
kosong
3. Kontraksi uterus
baik
Masalah : Tidak ada
Kebutuhan : Asuhan 6 jam postpartum
III.
Identifikasi
Diagnosa dan Masalah Potensial
Tidak ada
IV.
Tindakan Segera
atau Kolaborasi
Tidak ada
V.
Perencanaan
1. Beritahu ibu
hasil pemeriksaan
2. Jelaskan
mengenai keluhan yang ibu alami
3. Anjurkan ibu
untuk melakukan ambulasi dini
4. Lakukan perawatan luka perinium dan ajarkan ibu cara
tentang perawatan luka perineum dengan benar
5. Beritahu kepada ibu dan keluarga cara pencegahan perdarahan
6. Ajarkan kepada
ibu untuk menyusui bayinya segera mungkin
7. Lakukan rawat
gabung antara ibu dan bayi
8. Jaga bayi tetap
sehat dengancara beritahu ibu cara merawat tali pusat dan mencegah hipotermi.
VI.
Pelaksanaan
1. Memberitahu ibu tentang hasil pemeriksaan bahwa ibu dalam
keadaan baik TTV : Tekanan darah: 120/80 mmHg, Nadi: 80x/ menit, Pernapasan:
20x/menit, Suhu: 36,5oC. pengeluaran
ASI lancar dan tinggi fundus uteri 2 jari dibawah
pusat.
2. Menjelaskan
mengenai keluhan yang ibu alami bahwa mulas yang ibu rasakan adaah normal
karena rahim mengecil kembali kebentuk asal sebelum hamil (involusi uteri).
3. Menganjurkan ibu
untuk melakukan mobilisasi dini seperti miring ke kiri atau ke kanan, kemudian
duduk dan berangsur-angsur untuk berdiri dan jalan. Mobilisasi dini bermanfaat
untuk memperlancar pengeluaran lochea, mempercepat proses involusi
dan agar ibu merasa lebih sehat.
4. Melakukan perawatan luka perineum seperti membersihkan
vulva ibu dengan kapas sublimat dan air hagat dan mengajarkan ibu cara ibu
tentang perawatan luka perineum dengan cara mengganti pembalut pada saat
setelah mandi karena ibu postpartum pasti melepas pembalut pada saat mandi
setelah terbuka maka ada kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada cairan
yang tertampung pada pembalut , kemudian mengganti pembalut setelah BAK
kemungkinan besar terjadi kontaminasi air seni pada rektum akibatnya dapat
memicu pertumbuhan bakteri pada perineum untuk itu diperlukan pembersihan
perineum,kemudian mengganti pembalut dan membersihkan perineum setelah BAB
untuk mencegah terjadinya kontaminasi bakteri dari anus keperineum yang
letaknya bersebelahan maka diperlukan proses pembersihan perineum dan anus
secara menyeluruh.
5.
Mengajarkan
kepada ibu dan keluarga cara pencegahan perdarahan dengan cara meletakkan
tangan diatas perut ibu lalu putar sebanyak 15 kali selama 15 detik agar perut
ibu tetap keras dan apabila perut ibu terasa lembek menganjurkan kepada
keluarga untuk segera memberitahu bidan
6. Mengajarkan
kepada ibu untuk segera mungkin menyusui bayinya untuk meningkatkan produksi
ASI sampai bayi berusia 6 bulan tanpa diberi makanan tambahan apapun, setelah 6
bulan dapat ditambah dengan makanan pendamping ASI.
7. Melakukan rawat
gabung antara ibu dan bayinya dalam satu kamar agar terjalin ikatan batin
antara ibu dan bayi (bounding attachment)
8. Menjaga bayi
agar tetap sehat dengan cara membritahu ibu cara merawat tali pusat dengan cara
mengganti kassa setiap habis mandi, setiap lembab, dengan kassa steril dan
tidak memberikan sesuatu apapun pada tali pusat dan memberitahu ibu cara mencegah
agar bayi tidak terjadi hipotermi yaitu tidak memandikan bayi <6 jam sampai
24 jam post partum, selimuti bayi, jangan biarkan bayi di tempat terbuka, dekat
dengan kipas angin dan jangan bersentuhan langsung dengan benda dingin.
VII.
Evaluasi
1. Ibu mengerti
hasil pemeriksaan
2. Ibu mengerti
bahwa keluhannya normal
3. Ibu sudah
melakukan mobilisasi dini yaitu dengan berjalan kekamar mandi tanpa didampingi.
4. Ibu sudah mengerti perawatan perineum dengan benar
5. Ibu dan keluarga
sudah mau melakukan pencegahan perdarahan dengan cara melakukan pemutaran di
atas perut ibu selama 15 kali dalam 15 detik.
6. Ibu sudah
menyusui bayinya
7. Sudah dilakukan
rawat gabung antara ibu dan bayi
8. Ibu sudah
mengerti cara merawat tali pusat dan pencegahan hipotermi sudah dilakukan
dengan cara bayi sudah diselimuti, dipakaikan topi, belum dimandikan, dan tidak
diletakkkan di tempat terbuka.
KUNJUNGAN PNC 6 HARI
|
Tanggal/jam
|
Pengkajian
|
Interpretasi
data (diagnosa,masalah dan kebutuhan)
|
DX Masalah
potensial
|
Antisipasi/tindakan
segera
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evauasi
|
|
17/02/2019
Jam 17.00 wib
|
DS :
1.
Ibu mengatakan
terkadang perutnya masih terasa mulas
2.
Ibu mengatakan
sudah BAB pada hari kedua postpartum
3.
Ibu mengatakan
tali pusat bayinya belum puput
4.
Ibu mengatakan
bayinya kuat menyusu
5.
Ibu mengatakan luka jahitan belum kering dan
terasa nyeri
DO :
1.
Pemeriksaan
umum
Keadaan umum: baik
Kesadaran: composmentis
Keadaan emosional: stabil
2.
TTV
Tekanan darah: 120/80 mmHg
Pernapasan: 20 x/ menit
Nadi: 81 x/ menit
Suhu: 36,5oC
3.
Kontraksi uterus:
baik
4.
TFU:
pertengahan pusat dan simpisis
5.
Pengeluaran
ASI lancar
6.
Pengeluaran
pervaginam: lochea sanguinolenta warna merah kekuningan.
7.
Tidak ada
tanda-tanda infeksi masa nifas
|
Diagnosa : Ny.R umur 39 tahun P3A0 6 hari postpartum
DS :
1.
Ibu mengatakan
ketiga kalinya melahirkan dan tidak pernah keguguran
2.
Ibu mengatakan melahirkan
tanggal 11
Febuari 2019 pukul 02:30
3.
Ibu mengatakan
terkadang perutnya masih terasa mulas
4.
Ibu mengatakan
sudah BAB pada hari kedua postpartum
5.
Ibu mengatakan
tali pusat bayinya belum puput
6.
Ibu mengatakan
bayinya kuat menyusu
7.
Ibu mengatakan
luka jahitan belum kering dan masih terasa nyeri
DO :
1.
Pemeriksaan
umum
Keadaan umum: baik
Kesadaran: composmentis
Keadaan emosional: stabil
2.
TTV
Tekanan darah: 120/80 mmHg
Pernapasan :20 x/ menit
Nadi: 81 x/ menit
Suhu 36,5oC
3.
Kontraksi
uterus: baik
4.
TFU: pertengan
pusat dan simpisis
5.
Pengeluaran
ASI lancar
6.
Pengeluaran pervaginam:
lochea sanguinolenta warna merah kekuningan
7.
Tidak ada
tanda-tanda infeksi masa nifas
Masalah : luka perineum masih belum kering dan
masih terasa nyeri
Kebutuhan : Asuhan 6 hari postpartum
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
1.
Beritahu ibu
hasil pemeriksaan
2.
Pastikan
involusi uterus berjalan normal
3.
Lakukan pemantauan dan pemeriksaan luka perineim
4.
Beritahu ibu tentang personal hygine
5.
menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi
6.
Pastikan ibu agar tetap istirahat yang cukup.
7.
Pastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat
menyusui ,tanda-tanda bahaya atau penyulit masa nifas
8.
Evaluasi tali pusat
9.
Anjurkan ibu untuk
melakukan kunjungan ulang
|
1. Memberitahu ibu
tentang hasil pemeriksaan ibu dalam keadaan baik
TD : 120/80 mmHg, Nadi:81x/menit,pernapasan:
20x/ menit, suhu 36,5oC
2.
Memastikan involusi uterus berjalan dengan baik dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk
mengetahui tinggi fundus uteri (TFU) ibu
3.
Lakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap luka
perineum seperti melihat luka perineum yang sudah kering atau belum dan melakukan
vulva hygene pada luka perineum dengan
menggunakan kapas sublimat dan air hangat.
4.
Memberitahu ibu tentang personal hygine yaitu
dengan cara mengganti pembalut minimal 3x, cebok dengan cara dari arah depan
kebelakang, mengganti celana dalam jika terasa lembab
5.
Menganjurkan ibu untuk mengonsumsi makanan bergizi
yang tinggi protein untuk mempercepat penyembuhan luka perinium seperti
telur, kedelai, kacang2an dan ikan gabus.
6.
Menganjurkan ibu agartetap isitrahat yang cukup
dengan cara menanyakan pola istirahat ibu padasiang dan malam hari. Karena
kurang istirahat dapat mengurangi produksi ASI. Dan menghambat involusi
7.
Memastikan apakah ibu mengalami kesulitan saat
menyusui tanda-tanda bahaya masa nifas atau penylit lainnya dengan melakukan
pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital.
8.
Mengevaluasi
tali pusat bayi sudah lepas (puput) atau belum.
9.
Menganjurkan ibu untuk kunjungan ulang ketenaga kesehatan
atau bidan 2 minggu lagi jika ada keluhan sebelum 2 minggu ibu diperbolehkan
datang ketenaga kesehatan.
|
1.
Ibu tahu hasil
pemeriksaan
2.
Involusi
uterus berjalan baik yaitu TFU pertengan pusat dan simpisis.
3.
Ibu sudah mendapatkan perawatan
luka perineum dan luka perineum sudah nampak kering.
4.
Ibu sudah mengetahui tentang personal hygine
5.
Ibu telah mengonsumsi makanan begizi yang tinggi
protein tanpa pantangan makanan yang harus dihindari.
6.
Ibu sudah istirahat dengan cukup
7.
Ibu ibu dalam
keadaan baik dan tidak mengalami kesulitan
8.
Tali pusat sudah lepas (puput) dihari ke 6
9.
Ibu sudah mengatahui tentang kunjungan ulang
|
KUNJUNGAN PNC 2 MINGGU
|
Tanggal/ jam
|
Pengkajian
|
Interpretasi
data (diagnosa, masalah dan kebutuhan)
|
Diagnosa/
maslaah potensial
|
Antisipasi
tindakan segera
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
25
Februari 2019 jam 17.00 wib
|
Data subjektif
:
1. Ibu mengatakan tidak ada keluhan yang dirasakan
Data objektif
:
1. Ibu sudah melahirkan tanggal 11 Febuari
2019
2. TTV
TD: 120/80 mmHg
Nadi : 82 x/ menit
Pernapasan: 20 x/ menit
Suhu : 37,1oC
3. Pemeriksaan payudara didapat pengeluaran ASI matur
lancar
4. Pemeriksaan abdomen didapatkan TFU tidak teraba
diatas simpisis
5. Pemeriksaan anogenital didapat pengeluaran lochea
alba, warna putih kekuningan, tidak ada tanda-tanda infeksi
|
Diagnosa : Ny.R umur 39 tahun P3A0 2 minggu postpartum
DS:
1.
Ibu mengatakan
tidak ada keluhan yang ia rasakan
2.
Ibu mengatakan melahirkan tanggal 11 Febuari 2019
DO:
1.
TTV
TD: 120/80 mmHg
Nadi: 82x/ menit
Pernapasan : 20x/ menit
Suhu: 37,1oC
2.
Pengeluaran
ASI matur
3.
TFU tidak
teraba diatas simpisis
4.
Pengeluarn
lochea alba warna putih kekuningan dan tidak ada tanda-tanda infeksi
Masalah : tidak ada
Kebutuhan : Asuhan 2 minggu postpartum
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
1.
Beritahu ibu
hasil pemeriksaan
2.
Pastikan rahim
ibu sudah kembali normal
3.
Evaluasi
kembali tentang kebutuhan nutrisi ibu
4.
Beritahu ibu kembali untuk memberi ASI eksklusif
selama 6 bulan
5.
Evaluasi
keadaan tali pusat bayi
6.
Anjurkan ibu
untuk melakukan kunjungan ulang
|
1.
Memberitahu
ibu bahwa ibu dalam keadaan baik, dengan hasil pemeriksaan yang didapatkan
TD:120/80mmHg, N: 82x/ menit, RR: 20x/ menit, S: 37,1oC, semuanya
dalam keadaan normal
2.
Memastikan
rahim ibu sudah kembali normal dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk
mengetahui TFU ibu
3.
Memastikan ibu
tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dengan langsung menanyakan makanan yang
ibu konsumsi apakah mengandung karbohidrat, protein, dan sayuran hijau
4.
Memberitahu ibu kembali untuk tetap bemberi ASI
eksklusif selama 6 bulan tanpa memberi makanan tambahan apapun
5.
Mengevaluasi
keadaan tali pusat bayi apakah sudah puput atau belum dan menilai ada
tidaknya infeksi
6.
Menganjurkan ibu
untuk meakukan kunjungan ulang ke tenaga kesehtan terdekat atau bidan empat
minggu yang akan datang atau jika ibu merasakan adanya keluhan
|
1.
Ibu sudah
mengetahui hasi pemeriksaan
2.
TFU tidak
teraba diatas simpisis berarti rahim dalam keadaan baik
3.
Ibu selalu
menjaga kebutuhan nutrisinya yang baik dan benar seperti makan yang
tinggi protein,karbohidrat,vitamin,lemak,sayuran hijau dan ibu tidak memilii
pantangan makanan.
4.
Ibu bersedia menberi ASI eksklusif bayinya selama
6 bulan
5.
Talli pusat
bayi sudah puput pada hari ke tujuh potpartum dan tidak ada tanda-tanda
infeksi
6.
Ibu bersedia
untuk melakukan kunjungan ulang
|
KUNJUNGAN PNC 6 MINGGU
|
Tanggal/jam
|
Pengkajian
|
Interpretasi
data (diagnosa, masalah dan kebutuhan)
|
Diagnosa/masalah
potensial
|
Antisipasti/tindakan
segera
|
Intervensi
|
Implementasi
|
Evaluasi
|
|
27/03/
2019 jam 17.00 wib
|
Data subjektif:
1. Ibu mengatakan tidak ada keluhan yang ia rasakan
2. Ibu mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi
Data objektif :
1. Ibu sudah melahirkan tanggal 11 Febuari 2019
2. TTV
TD:120/80 mmHg
Nadi:83x/ menit
Penapasan:20 x/ menit
Suhu: 37°C
3. Pengeluaran ASI matur lancar
4. Pemeriksaan abdomen didapatkan TFU bertambah kecil
5. Pemeriksaan anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi
|
Diagnosa : Ny.R umur 39 tahun P3A0 6 minggu postpartum
DS:
1. Ibu mengatakan sudah melahirkan anak ketiganya tidak ada keluhan yang ia rasakan
2. Ibu mengatakan ingin menggunakan kontrasepsi
DO:
1. Ibu sudah melahirkan tanggal 11 Febuari
2019
2. TTV
TD:120/80 mmHg
Nadi:83x/ menit
Penapasan:20x/ menit
Suhu: 37°C
3. Pengeluaran ASI matur lancar
4. Pemeriksaan abdomen didapatkan TFU bertambah kecil
5.
Pemeriksaan
anogenital tidak ada tanda-tanda infeksi
Masalah : tidak ada
Kebutuhan : Asuhan
6 minggu postpartum
|
Tidak ada
|
Tidak ada
|
1.
jelaskan pada
ibu tentang hasil pemeriksaan
2.
pastikan rahim
ibu sudah kembali normal
3.
evaluasi
apakah ibu mengalami tanda bahaya atau penyulit
4.
berikan ibu
konseling secara dini tentang KB
5.
anjurkan ibu
untuk melakukan kunjungan ulang
|
1.
menjeaskan
bahwa ibu dalam keadaan baik, dan hasil pemeriksaan yang didapatkan TD :
120/80 mmHg, N: 83x/menit, RR: 20 x/ menit, S: 37°C,
semua dalam keadaan normal
2.
memastikan
rahim ibu sudah kembai norma dengan melakukan palpasi pada perut ibu untuk
mengetahui TFU ibu
3.
mengevaluasi
apakah ibu mengalami tanda-tanda bahaya masa nifas dengan menanyakan keluhan
ibu dan melakukan pemeriksaan pada bagian payudara dan anogenital
4.
memberikan
konseling kepada ibu tentang macam-macam KB untuk ibu masa nifas, manfaat KB,
keuntungan dan Kerugian KB
5. menganjurkan ibu untuk melakukan kunjungan ulang ke
bidan atau tenaga kesehatan terdekat bila ibu merasakan keluhan
|
1.
ibu mengerti
tentang kondisinya saat ini
2.
Didapat TFU
bertambah kecil berarti rahim ibu dalam keadaan baik
3.
Ibu tidak
merasakan adanya keluhan selama masa nifas dan tidak terdapat tanda-tanda
bahaya dan penyuit
4.
Ibu mengerti
tentang KB dan ibu sudah menggunakan KB IUD
5.
Ibu bersedia
melakukan kunjungan ulang
|
C.
Pembahasan
Dalam Studi kasus continuity of care ini penulis akan
membahas tentang manajemen Asuhan Kebidanan Continuity
of Care dimulai sejak kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir pada
Ny. R
G3P2A0 yang diakukan
mulai tanggal 30 Desember 2018 sampai dengan 27 maret 2019 di BPM Hasmiati Bahri.S.ST menggunkan pendokumentasian 7
langkah varney dan SOAP. Setelah penulis melakukan Asuhan Kebidanan Continuity
of Care ditemukan hasil sebagai berikut :
1. Kehamilan
a. Pengkajian
Pada
pengkajian yang dilakukan untuk mengumpukan data dasar tentang keadaan pasien
pada Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia kehamilan 33 minggu 4 hari
Data
subjektif
1)
Nama
a)
Tinjauan
teori
Selain sebagai identitas, upayakan agar bidan memanggil dengan nama
panggilan sehingga hubungan komunikasi antara bidan dan pasien menjadi lebih
akrab (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h.220).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini pasien bernama Ny. R
c)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan, karena nama pasien dikaji dengan jelas dan lengkap sesuai dengan
teori yaitu untuk komunikasi antara bidan dan klien menjadi lebih akrab. Selain
itu identitas pasien terdapat di registrasi bidan tercatat dengan
lengkap sehingga dalam melakukan kunjungan bidan dapat mudah mengunjunginya.
2)
Umur
a) Tinjauan teori
Data ini ditanyakan untuk menentukan apakah ibu dalam
persalinan beresiko karena usia atau tidak.
Usia yang ideal untuk hamil adalah 20-35 tahun.
b)
Tinjauan kasus
Umur Ny.R adalah 39 tahun.
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus terdapat
kesenjangan, karena Ny.R berusia 39 tahun dan berdasarkan teori Ny.R termasuk
kedalam usia resiko tinggi. dimana usia ibu 39 tahun alat-alat
atau organ reproduksi sudah mengalami
kemunduran atau penurunan.
3)
Agama
a)
Tinjauan
teori
Sebagai dasar bidan dalam memberikan dukungan mental dan spiritual
terhadap pasien dan keluarga sebelum dan pada saat persalinan
akrab.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 221).
b)
Tinjauan
kasus
Agama Ny.R adalah Islam.
c)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan, karena Ny.R beragama Islam dan Ny.R berdoa serta beribadah sesuai kepercayaan yang di
anut, dan selain itu bidan mampu memberikan dukungan sesuai agama yang di anut
Ny.R
4)
Suku/bangsa
a)
Tinjauan
teori
Data ini berhubungan dengan soaial budaya yang dianut oleh pasien dan
keluarga yang berkaitan dengan persalinan.(2016:221-222).
b)
Tinjauan
kasus
Suku Ny.R
Jawa dan
berkebangsaan Indonesia.
c)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan
karena adat yang ada di dalam keluarga tersebut tidak mempengaruhi kesehatan
Ny.R
, dalam hal ini ibu tidak mempunyai pantangan-pantangan apapun yang dapat
membahayakan kehamilannya
5)
Pendidikan
a)
Tinjauan
teori
Untuk menentukan metode yang paling tepat dalam penyampaian informasi
mengenai teknik melahirkan bayi. Tingkat pendidikan ini akan sangat
mempengaruhi daya tangkap pasien terhadap intruksi yang diberikan bidan dalam
proses persalinan. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 221).
b)
Tinjauan
kasus
Pendidikan terakhir Ny.R adalah SMA.
c)
Pembahasan
Berdasarkan tinjuan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat karena
pendidikan terakhir Ny.R adalah SMA dan ibu dapat menerima dan mengerti
informasi dengan baik sesuai informasi yang di berikan oleh bidan.
6)
Pekerjaan
a)
Tinjauan
teori
Data ini menggambarkan tingkat sosial ekonomi, pola sosialisasi, dan
data pendukung dalam menentukan pola komunikasi yang akan dipilih selama
asuhan. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 221).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini pekerjaan Ny.R sebagai ibu rumah tangga.
c)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan, karena Ny.R bekerja sebagai ibu rumah tangga, yang ekonominya
termasuk ke dalam ekonomi golongan menengah dan tidak termasuk kedalam
pekerjaan yang berat.Dalam hal ini pemenuhan kebutuhan ibu
setiap harinya terpenuhi.
7)
Alamat
a)
Tinjauan
teori
Untuk
memberikan gambaran mengenai jarak dan waktu yang ditempuh pasien menuju lokasi
persalinan. (2016: 222).
b)
Tinjauan
kasus
c)
Ny.R beralamat di
JL.Raden Imba Kusuma Ratu sumberrejo sejahter kemiling Bandar Lampung.
d)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat
kesenjangan, karena alamat Ny.R jelas dan lengkap, yaitu Ny.R bertempat tinggal di JL.Raden Imba Kusuma Ratu LK III RT/RW:004/-, sumberrejo
sejahtera kemiling Bandar Lampung.Selain itu alamat
ibu sudah terdapat didalam registrasi bidan sehingga mudah untuk melakukan
kunjungan.
8)
Keluhan
utama
a)
Tinjauan
teori
Keluhan
utama ditanyakan untuk mengetahui alasan pasien datang ke fasilitas pelayanan
kesehatan.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 221).
b)
Tinjauan
kasus
Pada
kunjungan pertama, kedua dan ketiga Ny.R mengatakan tidak ada keluhan.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena penulis
telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.R mengatakan tidak ada keluhan.
9)
Riwayat
kebidanan
a)
Menstruasi
(1)
Menarche
(a)
Tinjauan
teori
Menarche
adalah usia pertama kali mengalami menstruasi. Untuk wanita indonesia pada usia
sekitar 12-16 tahun. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 221).
(b)
Tinjauan
kasus
Ny.
R pertama kali menstruasi pada usia 14 tahun.
(c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena Ny.R pertama kali menstruasi pada usia 14 tahun. Dimana
pada usia 14 tahun merupakan rentang usia normal wanita pertama kali
mendapatkan menstruasi.
b)
Siklus
(1)
Tinjauan
teori
Siklus menstruasi adalah jarak antara menstruasi yang dialami dengan
menstruasi berikutnya dalam hitungan hari, biasanya sekitar 22-32 hari. (2016: 222).
(2)
Tinjauan
kasus
Siklus
menstruasi yang dialami Ny.R adalah 30 hari.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena siklus
menstruasi yang dialami Ny.R adalah 30 hari sesuai teori yaitu siklus menstruasi
adalah jarak antara menstruasi yang dialami dengan menstruasi berikutnya dalam
hitungan hari, biasanya sekitar 22-32 hari.
c)
Volume
(1)
Tinjauan
teori
Data ini menjelaskan seberapa banyak darah menstruasi yang
dikeluarkan.(Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 222).
(2)
Tinjauan
kasus
Volume
darah menstruasi Ny.R adalah 3-4 kali ganti pembalut perhari.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R mengganti pembalut saat terasa sudah penuh yaitu 3-4
kali perhari sehingga kebersihan genetalia ibu tetap terjaga kebersihannya dan
ibu tetap nyaman.
d)
Keluhan
(1)
Tinjauan
teori
Beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan ketika mengalami
menstruasi misalnya sakit pinggang, pening sampai pingsan, atau jumlah darah
yang banyak.(2013: 223).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
tidak ada keluhan saat menstruasi.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena pada saat
menstruasi Ny.R
tidak ada keluhan, walaupun beberapa wanita menyampaikan keluhan yang dirasakan
ketika mengalami menstruasi misalnya sakit pinggang, pening sampai pingsan,
atau jumlah darah yang banyak.
10) Gangguan
kesehatan alat reproduksi
a)
Tinjauan
teori
Data
ini sangat penting untuk kita gali karena akan memberikan petunjuk bagi kita
tentang organ reproduksinya. (Sulistyawati dan Nugraheny, 2016, h. 222).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
mengatakan tidak mengalami gangguan kesehatan alat reproduksi seperti
keputihan, infeksi, gatal karena jamur atau tumor.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terjadi kesenjangan karena Ny.R tidak mengalami gangguan alat reproduksi seperti
keputihan, infeksi, gatal karena jamur atau tumor karena Ny.R selalu menjaga persona hygiene nya sehingga tidak
terdapat keluhan apapun pada organ reproduksinya.
11) Riwayat
kehamilan, persalinan, nifas dan KB yang lalu
a)
Tinjauan
teori
Untuk
mengetahui persalinan yang lalu, ditolong oleh siapa, adakah penyulit atau
tidak, jenis persalinanya apa semua itu untuk memperkirakan ibu dapat
melahirkan spontan atau tidak (Marmi, 2016).
b)
Tinjauan
kasus
|
Anak
ke
|
Kehamilan
|
Persalinan
|
Nifas
|
KB
|
||||
|
Usia kehamilan
|
Penyulit
|
Penolong
|
Jenis persalinan
|
BB bayi
|
Penyulit
|
Komplikasi
|
Alat kontrasepsi
|
|
|
1
2
|
38 minggu 2 hari
39 minggu 3 hari
|
-
-
|
Bidan
Bidan
|
Normal
Normal
|
3000gram
3500 gram
|
-
-
|
-
-
|
Suntik KB 3bulan
Suntik KB 3bulan
|
Dalam kasus ini Ny R
mempunyai
riwayat persalinan karena ini adalah anak
ketiganya.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R mempunyai riwayat persalinan ditolong oleh bidan dan
tidak mempunyai penyulit sehingga diperkirakan dapat melahirkan spontan dan
kemungkinan tidak terjadi masalah ataupun komplikasi.
12) Riwayat kehamilan sekarang
a)
HPHT
(1)
Tinjauan
teori
Idealnya
tiap wanita hamil mau memeriksakan diri ketika haidnya terjadi lambat
sekurang-kurangnya satu bulan.(Marmi, 2016, h. 60).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam kasus ini HPHT Ny.R
adalah 09 mei 2018 dan Ny.R memeriksakan diri pada tanggal 11 juni 2018 karena sudah terlambat haid
hampir 1 bulan.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terjadi kesenjangan karena Ny.R memeriksakan
diri ke bidan pada tanggal 11 juni 2018 karena sudah
terlambat haid hampir 1 bulan.
13) Riwayat kesehatan
a)
Tinjauan
teori
Beberapa
data penting tentang riwayat kesehatan pasien yang perlu kita ketahui adalah
apakah pasien pernah atau sedang menderita penyakit, seperti jantung, diabetes
mellitus (DM), ginjal, hipertensi/hipotensi, dan hepatitis.(Sulistyawati,
2016, h.78).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
mengatakan tidak pernah mengalami penyakit degenertif (jantung, DM dan
lain-lain), infeksi saluran kencing.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R tidak mempunyai riwayat penyakit apapun yang dapat menyebabkan komplikasi
pada ibu maupun janinnya.
14) Riwayat perkawinan
a)
Tinjauan
teori
Beberapa
pertanyaan yang dapat di ajukan antara lain, berapa tahun usia ibu ketika
menikah pertama kali, status pernikahan (sah/tidak), lama pernikahan, ini
adalah suami yang ke. (Sulistyawati, 2016:78).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
mengatakan usia nikah pertama kali adalah 25 tahun, status pernikahan sah, lama pernikahan 14 tahun dan ini suami yang pertama.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena sudah
dilakukan anamnesa sesuai teori yang ada. Dimana kehamilan ini sangat
diharapkan dan mendapat dukungan penuh dari suami maupun keluarga
sehingga dalam kehamilannya saat ini ibu sangat enjoy.
15) Pola makan
a)
Tinjauan
teori
Data
ini penting untuk diketahui agar bisa mendapatkan gambaran bagaimana pasien
mencukupi asupan gizinya selama hamil sampai dengan masa awal persalinan.(2016: 135).
b)
Tinjauan
kasus
Pada kunjungan pertama, kedua dan
ketiga Ny.R mengatakan dalam sehari ibu mengonsumsi ½ porsi nasi, sayur, lauk dan
pauk, frekuensi 3 kali sehari, dengan jumlah 1 porsi dan tidak ada makanan pantangan.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R pola makan nya sudah memenuhi kebutuhan selama
kehamilan.
16) Pola minum
a)
Tinjauan
teori
Kita
juga harus dapat memperoleh data dari kebiasaan pasien dalam memenuhi kebutuhan
cairannya.Apalagi dalam masa hamil asupan cairan yang cukup sangat
dibutuhkan.(Sulistyawati, 2016, h.184).
b)
Tinjauan
kasus
Pada
kunjungan pertama, kedua dan ketiga, Ny.R mengatakan dalam sehari ibu minum 6-7 gelas air
putih.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R sudah memenuhi kebutuhan cairannya yaitu dalam sehari
minum 6-7 gelas perhari sehingga ibu tidak kekurangan cairan.
17) Pola istirahat
a)
Tinjauan
teori
(1)
Istirahat
malam hari
Rata-rata tidur malam yang normal adalah 6-8 jam.
(2)
Istirahat
siang hari
Tidak
semua wanita mempunyai kebiasaan tidur siang.Oleh karena itu, hal ini dapat
kita sampaikan kepada ibu bahwa tidur siang sangat penting untuk menjaga
kesehatan selama hamil (Sulistyawati, 2016, hal. 184).
b)
Tinjauan
kasus
Kunjungan ANC I :
7 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC II :
7 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
Kunjungan ANC III :
7 jam pada malam hari, 1 jam pada siang hari
c)
Pembahasan
Pada
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.R pola istirahat malam hari 7 jam dan siang hari 1 jam sehingga didapatkan pola istirahat Ny.R sudah cukup dan tidak berpengaruh terhadap kesehatan
ibu dan janinnya.
18) Aktivitas sehari-hari
a)
Tinjauan
teori
Kita
perlu mengkaji aktivitas sehari-hari pasien karena data ini memberikan gambaran
tentang seberapa berat aktivitas yang biasa dilakukan pasien di rumah. Jika
kegiatan pasien teralu berat sampai dikhawatirkan dapat menimbulkan penyulit
masa hamil, maka kita dapat memberikan peringatan sedini mungkin kepada pasien
untuk membatasi dahulu kegiatannya sampai ia sehat dan pulih kembali.
(Sulistyawati, 2016, hal.184).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
mengatakan aktivitas sehari-hari nya dirumah hanya sebagai ibu rumah tangga
yang melakukan aktivitas ringan seperti mencuci, memasak dan menyapu.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena Ny.R sehari-hari sebagai ibu rumah tangga yang melakukan
aktivitas ringan dan tidak mengganggu kehamilannya.
19) Personal
hygiene
a)
Tinjauan
teori
(1)
Mandi
Kita
dapat menanyakan kepada pasien berapa kali ia mandi dalam sehari dan kapan
waktunya (jam berapa mandi pagi dan sore).
(2)
Keramas
Pada beberapa wanita ada yang kurang peduli dengan kebersihan rambutnya
karena mereka beranggapan keramas tidak begitu berpengaruh terhadap
kesehatannya.
(3)
Ganti
baju dan celana dalam
Ganti baju minima sekali dalam sehari, sedangkan celana dalam minimal
dua kali.
(4)
Kebersihan
kuku
Kuku ibu hamil harus selalu dalm keadaan pendek dan bersih
(Sulistyawati, 2016, h.185).
b)
Tinjauan
kasus
Pada
kunjungan ANC I, II, III Ny.R mandi 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore,
keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari dan celana dalam 3 kali sehari.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
telah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.R mandi 2 kali dalam sehari yaitu pagi dan sore,
keramas 1 kali per hari, ganti baju 1 kali perhari dan celana dalam 3 kali sehari.
20) Aktivitas
seksual
a)
Tinjauan
teori
Walaupun
ini adalah hal yang cukup privasi bagi pasien, namun bidan harus menggali data
dari kebiasaan ini, karena terjadi beberapa kasus keluhan dalam aktivitas
seksual yang cukup mengganggu pasien namun ia tidak tahu ke mana harus
berkonsultasi. (Sulistyawati, 2016, 186).
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
mengatakan berhubungan seksual 1 kali dalam sebulan.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenajangan karena peniliti
sudah melakukan anamnesa sehingga mengetahui bahwa dalam kasus Ny.R berhubungan seksual sekali dalam sebulan.
Data
Objektif
1)
Keadaan
umum
a)
Tinjauan
teori
Untuk
megetahui data ini kita cukup dengan mengamati keadaan pasien secara
keseluruhan. Baik Jika pasien memperlihatkan respons yang baik terhadap
lingkungan dan orang lain, serta secara fisik pasien tidak mengalami
ketergantungan dalam berjalan. Lemah, jika pasien dimasukkan dalam kriteria ini
jika ia kurang atau tidak memberikan respons yang baik terhadap lingkungan dan
orang lain, dan pasien sudah tidak mampu lagi untuk berjalan sendiri.
(Sulistyawati, 2016, h. 188-189).
b)
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : baik
Kunjungan
II : baik
Kunjungan
III : baik
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan teori kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah
melakukan anamnesa terhadap Ny.R dan respons yang diberikan baik terhadap lingkungan
dan orang lain.
2)
Kesadaran
a)
Tinjauan
teori
Untuk
mendapatkan gambaran tentang kesadaran pasien, kita dapat melakukan pengkajian
tingkat kesadaran mulai dari keadaan composmentis (kesadaran maksimal) sampai
dengan koma (pasien tidak dalam keadaan sadar).(Sulistyawati, 2016, h. 189).
b)
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : Composmentis
Kunjungan
II : Composmentis
Kunjungan
III : Composmentis
c)
Pembahasan
Bersadarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
sudah melakukan anamnesa terhadap Ny.M sehingga didapatkan hasil kesadaran Ny.R composmentis dimana pasien dalam kesadaran maksimal
dalam hal ini ibu dalam keadaan baik-baik saja.
3)
Tanda-tanda
vital
a)
Tinjauan
teori
Rentang
nilai normal tanda-tanda vital
Tekanan
darah: 110/70-80 mmHg.
Nadi
: 60-100 x/ menit.
Pernapasan
: 16-20 x/ menit.
Suhu
: 36,5o-37,5oC
b)
Tinjauan
kasus
Kunjungan I tekanan darah Ny.R 110/70 mmHg, Nadi 80 kali permenit, pernapasan 18
kali per menit, suhu 36,7oC.
Kunjungan II tekanan darah Ny.R 110/80 mmHg, Nadi 81 kali per menit, pernapasan 19
kali per menit, suhu 36,8oC.
Kunjungan III tekanan darah Ny.R 110/70 mmHg, Nadi 82 kali per menit, pernapasan 20
kali per menit, suhu 36,9oC.
c)
Pembahasan
Bersadarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
sudah melakuan pemeriksaan dan tanda-tanda vital Ny.R dalam batas normal sehingga ibu tidak ada tanda-tanda
hipertensi dalam kehamilan ataupun masalah lainnya.
4)
Tinggi
badan
a)
Tinjauan
teori
Tinggi
badan ibu hamil < 145 cm menunjukkan ukuran panggul yang kecil sehingga ibu
beresiko melahirkan melalui operasi cesar.
b)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini tinggi badan Ny.R adalah 160 cm.
c)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah
dilakukan pengukuran tinggi badan Ny.M 160 cm yaitu normal dimana ibu tidak
beresiko melahirkan melalui operasi cesar.
5)
Berat
badan
a)
Tinjauan
teori
Nilai IMT mempunyai rentang sebagai
berikut.
19,8 – 26,6 : normal
< 19,8 :
underweight
26,6 – 29,0 : overweight
> 29,0: obese (Sulistyawati,
2016, h.68)
Anjuran
pertambahan berat badan selama kehamilan
(1)
Total
12,5-17,5 kg untuk wanita yang memiliki berat badan normal.
(2)
14-20
kg untuk wanita yang memiliki berat badan kurang.
(3)
7,5-12,5
kg untuk wanita yang memiliki berat badan lebih.. (Kamariyah dkk, 2014, h.63).
b) Tinjauan kasus
Dalam kasus ini berat badan Ny.R sebelum hamil 55 kg, IMT 21,48
Pada kunjungan pertama berat badan Ny.R adalah 60 kg, IMT 23,43.
Pada kunjungan kedua berat badan Ny.R adalah 61 kg, IMT 23,82
Pada kunjungan ketiga berat badan Ny.R adalah 62 kg, IMT 24,21
c) Pembahasan
Berdasarkan tinjauan
teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan kenaikan berat badan Ny.R yaitu sebelum hamil
berat badan Ny.R 55 kg dan saat usia
kehamilan 33 minggu 4 Hari berat badan Ny.R 62 kg, tetapi kemungkinan dapat terjadi perubahan sampai
usia kehamilan aterm.
6) Lingkar lengan atas
(LILA)
a) Tinjauan teori
Lingkar lengan atas diukur pada setengah panjang
lengan nondominan, nilainya harus lebih dari 23,5 cm. (Kamariyah dkk, 2014, h.
63).
b) Tinjauan kasus
Kunjungan I :
25 cm.
Kunjungan II :
tidak dilakukan pengkajian.
Kunjungan III :
tidak dilakukan pengkajian.
c) Pembahasan
Bersadarkan tinjauan
teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan
pengukuran lingkar lengan atas Ny.R 25 cm dimana LILA Ny.R lebih dari 23,5 cm
dan tidak termasuk kedalam ibu hamil dengan KEK (kurang energi kronis).
7)
Head
to toe
a)
Kepala
dan leher
(1)
Tinjauan
teori
untuk
skrining adanya bengkak pada wajah, tanda anemia yang terlihat pada
conjungtiva, kuning pada sklera, serta penyakit gigi dan mulut. (Astuti dkk,, 2017, h.126).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini wajah Ny.R tidak bengkak, conjungtiva dan sklera normal.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjaun kasus tidak terdapat
kesenjangan
karena setelah dilakukan pemeriksaan wajah Ny.R tidak bengkak, conjungtiva anemis dan sklera normal.
b)
Hidung
(1)
Tinjauan
teori
kebersihan
dan polip.
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini hidung Ny.R bersih dan tidak ada pembengkakan polip.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
sudah melakukan pemeriksaan hidung Ny.R bersih dan tidak ada pembengkakan polip yang dapat
membahayakan ibu pada saat bernapas.
c)
Mulut
(1)
Tinjauan
teori
bibir
(warna dan integritas jaringan), lidah (warna dan kebersihan), gigi
(kebersihan, caries, gangguan pada mulut).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini keadaan bibir Ny.R lembab, lidah bersih, gigi tidak ada caries.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
sudah melakukan pemeriksaan bibir Ny.R lembab, lidah bersih dan gigi tidak ada caries
yang dapat membahayakan kehamilannya
d)
Telinga
(1)
Tinjauan
teori
kebersihan
dan gangguan pendengaran.
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
tidak mempunyai gangguan pendengaran dan keadaan telinga Ny.R bersih.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
telah melakukan anamnesa yaitu keadaan telinga Ny.R bersih dan tidak ada gangguan pendengaran.
Dalam hal ini ibu mampu berkomunikasi dengan baik.
e)
Leher
(1)
Tinjauan
teori
pembesaran
kelenjar limfe dan tiroid.
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini Ny.R
tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti sudah
melakukan pemeriksaan Ny.R tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tiroid.
f)
Payudara
(1)
Tinjauan
teori
untuk
skrining adanya benjolan dan kelainan payudara yang berhubungan dengan laktasi,
misalnya kelainan putting.
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini payudara Ny.R normal tidak ada kelainan.
(3)
pembahasan
berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah
dilakukan pemeriksaan keadaan payudara Ny.R normal tidak ada kelainan
dan saat ini pengeluaran ibu sudah ada yaitu colostrum.
g)
TFU
(1)
Tinjauan
teori
Pengukuran tinggi fundus uteri pada
setiap kali kunjungan antenatal dilakukan untuk mendeteksi pertumbuhan janin
sesuai atau tidak dengan usia kehamilan.
|
Usia Kehamilan
(Minggu)
|
Tinggi Fundus Uteri (TFU)
|
|
12
|
3 jari diatas simpisis
|
|
16
|
Pertengahan pusat dan simfisis
|
|
20
|
3 jari dibawah pusat
|
|
24
|
Setinggi pusat
|
|
28
|
3 jari di atas pusat
|
|
32
|
Pertengahan pusat dan processus xyfoideus (px)
|
|
36
|
3 jari dibawah processus xyfoideus
|
|
40
|
Pertengahan pusat dan processus xyfoideus
|
(Sulistyawati,
2016, h. 60).
(2)
Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
usia kehamilan 33 minggu 4 hari TFU
3
pertengahan pusat dan procesus xifoideus.
Kunjungan II :
Usia kehamilan 35 minggu 4 hari TFU 3 jari di bawah procesus xifoideus.
Kunjungan III :
Usia kehamilan 36 minggu 4 hari TFU setinggi procesus
xifoideus.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak
terdapat kesenjangan karena penambahan tinggi fundus uteri uterus ibu sudah
sesuai dengan teori, yaitu pada usia kehamilan 33 minggu 4 hari TFU pertengahan pusat dan procesus xifoideus, usia kehamilan 35 minggu 4 hari TFU 3 jari di bawah procesus xifoideus, usia kehamilan 36 minggu 4 hari TFU setinggi procesus xifoideus.
h)
Manuver
leopold
(1)
Tinjauan
teori
Bertujuan
untuk menentukan posisi janin melalui palpasi abdomen secara sistematis.
Pemeriksaan
Leopold I : digunakan untuk mengetahui bagian janin yang ada di fundus dan
mengukur tinggi fundus uteri (TFU).
Pemeriksaan
Leopold II : tujuan pemeriksaan leopold II adalah untuk menentukan bagian janin
yang ada di samping kanan dan kiri perut ibu.
Pemeriksaan
Leopold III : tujuan pemeriksaan leopold III adalah untuk menentukan presentasi
janin dan apakah sudah masuk pintu atas panggul atau belum.
Pemeriksaan
Leopold IV : tujuan pemeriksaan Leopold IV adalah untuk mengetahui seberapa
bagian presentasi janin yang sudah masuk PAP. (Kamariyah dkk, 2014, h.52-55)
(2)
Tinjauan
kasus
Kunjungan I
Leopold I : bagian fundus teraba bulat, lunak tidak
melenting yaitu bokong janin.
Leopold II : sebelah kanan perut ibu teraba panjang,
keras, seperti papan yaitu punggung janin, sebelah kiri perut ibu teraba bagian
kecil-kecil yaitu ekstremitas janin.
Leopold III : bagaian bawah perut ibu teraba bulat,
keras dan melenting yaitu kepala janin.
Leopold
IV : kepala janin belum masuk PAP.
Kunjungan II
Leopold I :
bagian fundus teraba bulat, lunak tidak melenting yaitu bokong janin.
Leopold II :
sebelah kanan perut ibu teraba panjang, keras, seperti papan yaitu punggung
janin, sebelah kiri perut ibu teraba bagian kecil-kecil yaitu ekstremitas
janin.
Leopold III : bagaian bawah perut ibu teraba bulat,
keras dan melenting yaitu kepala janin.
Leopold
IV : kepala janin belum masuk PAP.
Kunjungan III
Leopold I : bagian fundus teraba bulat, lunak tidak
melenting yaitu bokong janin.
Leopold II : sebelah kanan perut ibu teraba panjang,
keras, seperti papan yaitu punggung janin, sebelah kiri perut ibu teraba bagian
kecil-kecil yaitu ekstremitas janin.
Leopold III : bagaian bawah perut ibu teraba bulat,
keras dan melenting yaitu kepala janin.
Leopold
IV : kepala janin sudah masuk PAP.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Ny.R tidak terdapat kesenjangan karena hasil pemeriksaan
normal dan sudah dilakukan dengan teknik yang benar.
i)
Denyut
jantung janin
(1)
Tinjauan
teori
Penilaian
DJJ dilakukan pada akhir trimester I dan selanjutnya setiap kali kunjungan
antenatal.Jika DJJ lambat (<120 denyut/menit) atau DJJ cepat (>160
denyut/menit), maka menunjukkan adanya gawat janin.(Astuti, dkk, 2017, h.124).
(2)
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : DJJ 140 x/menit.
Kungjungan
II : DJJ 140 x/menit.
Kunjungan
III : DJJ 140 x/menit.
(3) Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena DJJ normal
dan janin tidak termasuk kedalam gawat janin.
j)
Ekstremitas
atas dan bawah
(1)
Tinjauan
teori
untuk
melihat tanda anemia pada kuku jari serta bengkak pada tangan dan kaki, refleks
patella, serta varises. (Astuti dkk, 2017, h. 126).
(2)
Tinjauan
kasus
Pada
kunjungan pertama, kedua dan ketiga keadaan ekstremitas Ny.R kuku jari tidak anemis, tidak bengkak, reflek patella
positif kanan dan kiri dan tidak ada varises.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus setelah dilakukan pemeriksaan pada
ekstremitas Ny.R tidak terdapat kesenjangan karena hasil pada
kunjungan ANC I. II, III ekstremitas Ny.R kuku jari tidak anemis, tidak bengkak, reflek patella
positif kanan dan kiri dan tidak ada varises, sehingga ibu memperlihatkan tanda
bahaya kehamilan.
k)
Genetalia
(1)
Tinjauan
teori
skrining
tanda dan gejala penyakit menular seksual. (2017: 126).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini genetalia Ny.R tidak ada tanda-tanda penyakit menular seksual.
(3)
Pembahasan
Pada
kunjungan pertama, kedua dan ketiga genetalia Ny.R dalam keadaan normal, tidak ada tanda-tanda penyakit
seperti infeksi, keputihan, keluar cairan, dan lain-lain.
l)
Punggung
(1)
Tinjauan
teori
menilai
keadaan tulang belakang dan nyeri ketuk. (Astuti dkk, 2017, h. 126).
(2)
Tinjauan
kasus
Dalam
kasus ini keadaan punggung Ny.R tidak ada kelainan tulang belakang dan tidak ada
nyeri ketuk.
(3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus setalah dilakukan pemeriksaan tidak terdapat
kesenjangan karena keadaan punggung Ny.R tidak ada kelainan tulang belakang dan tidak ada nyeri
ketuk.
b.
Interpretasi
data dasar
Langkah
ini dilakukan identifikasi terhadap rumusan diagnosis, masalah dan kebutuhan
pasien berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah
dikumpulkan.
a)
Diagnosis
kebidanan
1.
Tinjauan
teori
Dalam
bagian ini yang disimpulkan oleh bidan antara lain paritas, usia kehamilan
dalam minggu, keadaa janin, normal atau tidak normal.(Sulistyawati, 2016, h.191).
2.
Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia
kehamilan 33 minggu
4 hari.
Kunjungan II :
Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia
kehamilan 35 minggu 4 hari.
Kunjungan III :
Ny.R umur 39 tahun G3P2A0 usia
kehamilan 36 minggu 4 hari.
3.
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena diagnosa
yang didapatkan berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah
dikumpulkan dari data subjektif dan data objektif.
b)
Masalah
1.
Tinjaun
teori
Masalah
sering berhubungan dengan bagaimana wanita itu mengalami kenyataan terhadap
diagnosisnya. (2016: 192)
2.
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : Tidak ada
Kunjungan
II : Tidak ada.
Kunjungan
III : Tidak ada.
3.
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah dilakukan
pemeriksaan pada Ny.R tidak ada masalah,
c)
Kebutuhan
1.
Tinjauan
teori
Dalam
bagian ini bidan menentukan kebutuhan pasien berdasarkan keadaan dan
masalahnya. (Sulistyawati, 2016, h.191)
2.
Tinjauan
kasus
Kunjungan I :
Tidak ada
Kunjungan
II : Tidak ada
Kunjungan
III : Tidak ada
3.
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah
dilakukan pemeriksaan pada Ny.R dan tidak ada masalah pada keadaan pasien.
c.
Merumuskan
diagnosis/Masalah potensial
1)
Tinjauan
teori
Pada
langkah ini kita mengidentifikasi masalah atau diagnosis potensial lain
berdasarkan rangkaian masalah yang lain juga. Langkah ini membutuhkan
antisipasi, bila memungkinkan dilakukan pencegahan. (Sulistyawati, 2016, h.191)
2)
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : Tidak ada
Kunjungan
II : Tidak ada
Kunjungan
III : Tidak ada
3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena peneliti
telah melakukan pengkajian sehingga bidan mengetahui bahwa Ny.R tidak memiliki diagnosis dan masalah potensial yang
akan terjadi.
d.
Mengidentifikasi
dan menetapkan kebutuhan yang memerlukan penanganan segera
1)
Tinjauan
teori
Dalam
pelaksanaannya terkadang bidan dihadapkan pada beberapa situasi yang memerlukan
penanganan segera (emergensi) di mana bidan harus segera melakukan tindakan
untuk menyelamatkan pasien.
(2016: 192)
2)
Tinjauan
kasus
Kunjungan
I : Tidak ada
Kunjungan
II : Tidak ada
Kunjungan
III : Tidak ada
3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena setelah
dilakukan pemeriksaan Ny.R dalam keadaan normal dan tidak ada masalah yang
bersifat potensial jadi tidak dilakukan tindakan segera.
e.
Merencanakan
asuhan kebidanan
Kunjungan I
Tanggal 30
desember 2018 pukul: 17.00 WIB
a) Beritahu ibu
tentang hasil pemeriksaan yang telah dilakukan.
b) Beritahu ibu tentang
usia kehamilannya.
c) Beritahu ibu
tanda bahaya kehamilan Trimester III.
d) Anjurkan ibu
untuk melakukan kunjungan ulang 2 minggu kemudian pada tanggal 13 januari
2019
Kunjungan II
Tanggal 13 januari 17.00 WIB
a) Beritahu ibu
hasil pemeriksaan.
b) Beritahu kembali
pada ibu nutrisi yang dikomsumsi ibu sehari-hari.
c) Beritahu ibu
kembali pola istirahat yang cukup.
d) Anjurkan ibu
untuk kunjungan ulang satu minggu kemudian
pada tanggal 20 januari 2019
Kunjungan III
Tanggal 20 januari 2019 pukul: 17.00 Wib
a) Beritahu ibu hasil pemeriksaan.
b) Beritahu ibu kembali tentang tanda bahaya kehamilan
Trimester III.
c) Beritahu ibu tanda-tanda persalinan.
d) Beritahu
ibu tentang persiapan persalinan..
f) Anjurkan
ibu kunjungan ulang.
3)
Pembahasan
Berdasarkan
tinjauan teori dan tinjauan kasus tidak terdapat kesenjangan karena rencana
yang di buat sesuai dengan teori yaitu perencanaan di buat berdasarkan
pertimbangan yang tepat, meliputi pengetahuan, teori yang up to date, perawatan berdasarkan bukti (evidance based care), serta validasi dengan asumsi mengenai apa
yang diinginkan dan tidak diinginkan oleh pasien.
f. Penalaksanaan
Asuhan Kebidanan
1) Tinjauan teori
Pada langkah ini rencana asuhan menyeluruh seperti
yang telah diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman.(Sulistyawati, 2013, h. 198).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar